By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Soroti Persoalan Nelayan di Kaltara Sulit Dapatkan BBM, Komite III DPD-RI Sampaikan Begini
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Parlementer

Soroti Persoalan Nelayan di Kaltara Sulit Dapatkan BBM, Komite III DPD-RI Sampaikan Begini

Redaksi
Last updated: 4 Februari 2023 14:51
Redaksi
Published: 4 Februari 2023
Share
SHARE

Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri, menyoroti kelangkaan BBM Solar yang terjadi di Kalimantan Utara. Menurutnya, kondisi ini membawa efek domino bagi masyarakat nelayan yang semakin terpuruk pada pertumbuhan ekonomi.
 
Senator asal Kalimantan Utara, Hasan Basri menilai kerugian yang dihasilkan dari kelangkaan BBM Solar untuk nelayan, bukan saja merugikan nelayan, tetapi dapat merugikan situasi perekonomian negara.

Selain itu Hasan Basri juga menilai, kelangkaan BBM Solar untuk nelayan, juga akan mempengaruhi kualitas SDM yang semakin mempersempit untuk konsumsi protein, yang jika berlarut akan mengancam naiknya angka stunting di negara ini.
 
“Saya meminta pemerintah tidak hanya berkomentar terkait naik dan turunnya harga BBM untuk nelayan, tetapi juga jaminan ketersediaan BBM Solar untuk nelayan” kata Hasan Basri.

“Mesti ada aksi nyata dari pemerintah untuk memberikan solusi kelangkaan BBM Solar ini. Karena permasalahan ini bukan hanya terjadi satu atau dua kali, tetapi beberapa kali,” kata Hasan Basri saat ditanya awak media, Jumat (3/1/2023).
 
Pria yang akrab di sapa HB mengaku, telah mendapat puluhan aspirasi dari masyarakat yang ada di daerah pemilihannya yang sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Sudah banyak aspirasi yang diampaikan. Nelayan Kecil dengan kapal sekitar 5GT hingga 30 GT ini mengambil ikan hanya seperlunya saja. Kenapa bisa ada kelangkaan?,” tegas Hasan Basri

Menurutnya, dengan adanya kelangkaan BBM untuk nelayan tidaklah etis.

Terlebih kegiatan yang dilakukan oleh nelayan bukanlah kegiatan eksploitasi, apalagi merusak lingkungan. Hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masyarakat sekitar.
 
Ia mengkritisi, tindakan pemerintah yang relatif lambat dalam setiap kebijakan pro kerakyatan, Sehingga ketika sudah kejadian kelangkaan berbagai komoditas strategis seperti BBM ini, menjadi panik tak punya solusi.

Ia menambahkan, pemerintah dalam waktu dekat harus memberikan solusi serta jalan keluar untuk menyelamatkan nelayan kecil akibat kelangkaan BBM.
 
“Kelangkaan BBM di Kalimantan Utara yang telah mengguncang industri perikanan, tidak hanya mengguncang nelayan kecil tetapi juga perusahaan besar. Apalagi solusi yang diberikan saat ini belum dapat mengimbangi penyediaan perikanan tangkap, katanya.

Lebih jauh, Hasan Basri juga mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan hak nelayan. Termasuk stok dan harga BBM yang tidak hanya menjadi masalah nelayan di Kalimantan Utara.

“Ini harus diurai permasalahannya, kita akan kawal agar tidak kusut. Insyallah kita akan kembali membicarakan ini kepada kementerian ESDM RI, Pertamina, dan BUMN, melalui caurtycall agar nelayan dapat melaut dengan mudahnya mendapatkan solar”, jelaskan Hasan Basri.

“selain itu kita berharap Pemda dan BPH Migas untuk menyesuaikan dan mensinkronkan kuota BBM di Kaltara, sebab Kaltara merupakan salah satu penghasil minyak, jadi sangat disayangkan apabila sampai kaltara kekurangan pasokan minyak,” tutupnya.

Atlet Bulu Tangkis Kaltara Berlaga di Kejurnas PBSI 2024, Hasan Basri Mohon Doa Masyarakat Kaltara
Pidato Pertama Gubernur Kaltara “wajib batik hingga HUT kaltara”
HUT ke 13, Ibnu Saud Ungkap Capaian Prestasi Gerindra
Sampaikan Kurangnya Fasilitas Infrastruktur Penunjang, Komite III DPD-RI Dukung Peningkatan Anggaran Kemenparekraf
Gelar Raker Bersama BPOM, Minta Pihak Terlibat di Kasus Gagal Ginjal Akut Ditindak
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?