By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Statement Gubernur se-Kalimantan Soal Karhutla, Gubernur Kaltara Satu-satunya yang Dinilai Waras
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Kaltara

Statement Gubernur se-Kalimantan Soal Karhutla, Gubernur Kaltara Satu-satunya yang Dinilai Waras

Redaksi
Last updated: 14 Oktober 2026 07:32
Redaksi
Published: 14 Oktober 2026
Share
SHARE

BorneoNewsJournalist.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan acap menjadi ujian berat oleh para kepala daerah. Saat publik kerapkali menyoroti pernyataan para pejabat daerah yang terkesan mengelak atau memberi blunder statement saat dikonfirmasi mengenai kondisi asap dan Karhutla di wilayah masing-masing, sikap Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., justru paling menjadi magnet perhatian.

Di tengah ramainya dan aneka hujatan yang dialamatkan ke seluruh kepala daerah se-Kalimantan yang menyoalkan Karhutla, Gubernur Kaltara justru banjir pujian. Berbeda halnya Gubernur di Kalimantan lainnya yang dibanjiri makian.

Tak hanya soal Karhutla yang tak kunjung padam, penanganan Karhutla dan blunder statement oleh sejumlah kepala daerah juga turut menyatu membakar kecewa dan amarah publik. Hujatan ekstrim dari banyak akun media sosial dan komentatornya lebih sulit dipadamkan daripada Karhutla.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Tsunami hujatan tak menenggelamkan, melainkan mengapung dan mengepung kolom-kolom komentar di akun-akun media sosial.

Namun ada yang menarik di tengah nyala Karhutla, statement Gubernur Kaltara lebih menyala, sebab dari semua Gubernur se-Kalimantan, statement Gubernur Kaltara yang paling menyala.

Respons Zainal dinilai publik dan sejumlah pengamat sebagai salah satu tanggapan yang terukur, realistis, dan berfokus pada solusi ketimbang bersilat kata. Responnya mendapat perhatian yang menarik di media sosial. Sejumlah komentar warganet menilai keterbukaannya dalam menjelaskan keterbatasan peralatan dan kondisi lapangan sebagai bentuk komunikasi yang realistis di tengah situasi darurat.

Pernyataan Zainal bahwa keterbatasan alat pemadam bukan alasan untuk diam dinilai sebagai suatu kewajaran oleh salah satu akun TikTok, dan bahkan Ia lebih menyalahkan pemerintah pusat. Yang lebih menarik lagi, itu datang dari salah satu netizen yang mengomentari bahwa hanya Gubernur Kaltara yang waras pernyataannya.

Semisal Karhutla Selimau, Gubernur Turun Langsung dibanding memberikan janji manis. Setidaknya Zainal sudah berusaha meminimalkan dampak Karhutla meski dengan segala keterbatasan alat yang ada. Zainal memilih untuk memaparkan apa adanya, tentang kondisi sebenarnya yang dihadapi tim pemadam di lapangan.

Ia secara terbuka mengakui bahwa pemadaman karhutla di lahan gambut tidak bisa dilakukan secara sederhana, alasannya api yang terlihat padam di permukaan tanah masih berpotensi menyala kembali karena bara dapat bertahan di lapisan gambut, api seringkali terlihat sudah padam di permukaan, tetapi masih membara di dalam tanah.

“Di atas itu dia padam, tetapi di dalam gambutnya kita tidak bisa pantau. Memang ada yang sudah padam, tiba-tiba muncul lagi. Karena itu gambut, susah diprediksi,” ujar Zainal saat membeberkan tantangan teknis tim pemadam.

Dengan karakteristik lahan gambut yang menyulitkan pemadaman, tantangan bagi Pemerintah Provinsi Kaltara bukan hanya merespons kebakaran yang sedang berlangsung, tetapi juga memastikan langkah pencegahan dan pengendalian berjalan efektif agar kebakaran tidak terus berulang.

Zainal juga tidak segan mengakui keterbatasan fasilitas dan anggaran daerah seperti belum tersedianya helikopter water bombing sendiri serta mahalnya biaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, alih-alih menjadikannya alasan untuk berdiam diri, Ia menekankan pentingnya memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

“Kalau dibilang peralatan, pasti ada kurang. Tetapi dengan kekurangan itu jangan diam. Kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja,” tegasnya.

Sikap tidak berbelit-belit ini dibuktikan dengan instruksi tegas agar setiap laporan titik api langsung direspons cepat tanpa menunda. Zainal sendiri kedapatan beberapakali turun langsung ke titik-titik kebakaran, seperti di kawasan Selimau dan KM 12 Desa Gunung Sari, Bulungan, untuk memantau pemadaman bersama personel gabungan TNI, Polri, dan BPBD.

Ia menegaskan bahwa keselamatan para petugas di lapangan tetap menjadi prioritas utama sembari memupuk kerja sama antar-instansi dan keterlibatan masyarakat.

Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap penanganan bencana di Pulau Kalimantan, pola komunikasi yang jujur dan apa adanya dari kepala daerah sangat dinantikan. Karakter respons Zainal Arifin Paliwang yang berorientasi pada fakta lapangan dan penanganan konkret ketimbang narasi politis dinilai memberi arah yang lebih jelas bagi mitigasi Karhutla di Kaltara. (****)

Kaltara Peduli, TP-PKK Bawa Berbagai Bantuan untuk Masyarakat Perbatasan RI
Gelar Rapat Penunjukkan Admin Produk Hukum
Wagub Sampaikan Duka Cita Almarhum Yusi
Wadubes Australia Tinjau Program SKALA di Samsat Bulungan, Dorong Layanan Pajak Inklusif di Kaltara
Bawa Sabu 22 Kilogram, Seorang Pria Dibekuk BNN
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?