TARAKAN – Sebanyak 143 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan mengikuti kegiatan remediasi selama dua hari. Kegiatan yang menjadi bagian dari pembekalan awal mahasiswa tersebut berakhir pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Peserta remediasi merupakan mahasiswa baru dari Program Studi Strata 1 (S1) Sistem Informasi dan S1 Teknik Informatika.
Wakil Ketua II STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, Muhammad, S.Kom., M.Kom., mengatakan remediasi tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tujuan utama mereka menempuh pendidikan tinggi.

Menurutnya, satu kata kunci yang harus menjadi perhatian mahasiswa selama menjalani pendidikan di kampus adalah kuliah.

“Adik-adik ini masuk ke sini untuk kuliah, bukan untuk wisata atau main-main. Karena orang tua dan keluarga sudah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk menempuh pendidikan di sini,” ujar Muhammad.
Ia menekankan mahasiswa perlu mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menghambat proses pendidikan.
Muhammad mencontohkan, penggunaan gim daring secara berlebihan, kelalaian, serta aktivitas lain yang membuat mahasiswa kehilangan fokus dapat berdampak terhadap keberhasilan studi.
“Kami ingin adik-adik ini bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, sekitar tiga setengah tahun. Jangan sampai ada proses yang menghambat. Kalau kuliahnya terhambat, yang dirugikan sesungguhnya adalah mahasiswa dan keluarganya,” katanya.
Tantangan Mahasiswa Baru di Era Digital
Muhammad menyebut sekitar 90 persen mahasiswa dalam angkatan kali ini merupakan mahasiswa baru yang belum memiliki pengalaman sebelumnya di dunia perkuliahan. Sementara sebagian lainnya merupakan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah beberapa tahun sebelumnya dan sudah memiliki pengalaman bekerja.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi kampus dalam membina mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik maupun perkembangan dunia kerja.
“Kami, dosen, staf, dan seluruh pemangku kepentingan di kampus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan ilmu yang terbaik kepada mahasiswa,” ujarnya.
Ia berharap proses pendidikan yang dijalani mahasiswa tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Mahasiswa Berpeluang Masuk Dunia Kerja Saat Kuliah
Selain membekali mahasiswa melalui proses akademik, STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati juga terus membangun hubungan dengan dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja.
Muhammad mengatakan peluang kerja tidak hanya diperuntukkan bagi alumni. Mahasiswa yang masih aktif kuliah juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya.
“Kita punya relasi yang baik dengan dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja. Hampir setiap minggu ada informasi lowongan pekerjaan yang masuk, bukan hanya untuk alumni, tetapi juga mahasiswa yang masih aktif kuliah,” jelasnya.
Menurutnya, mahasiswa yang telah menjalani perkuliahan sekitar satu tahun atau memasuki semester tiga dapat direkomendasikan untuk mengisi peluang kerja tertentu apabila dinilai telah memiliki kompetensi yang sesuai.
Penilaian tersebut tidak hanya berdasarkan kemampuan akademik, tetapi juga mencakup sikap dan kemampuan mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan.
“Kita bisa melihat kemampuan akademiknya, IPK-nya, maupun attitude-nya. Kalau memang memiliki potensi dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, kami bisa merekomendasikannya,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat mahasiswa angkatan 2025 yang telah memasuki semester tiga dan memiliki prestasi akademik sangat baik, bahkan beberapa di antaranya mencatat IPK 4,0.
Hal tersebut menjadi salah satu indikator bagi kampus dalam memetakan mahasiswa yang memiliki potensi untuk direkomendasikan ke dunia kerja.
Remediasi Jadi Awal Kehidupan Kampus
Muhammad menegaskan, berakhirnya kegiatan remediasi bukan berarti berakhirnya proses pembinaan mahasiswa. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi awal bagi mahasiswa untuk memasuki kehidupan kampus yang sebenarnya.
“Remediasi hari ini sebetulnya adalah awal dimulainya kehidupan kampus yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa jika mahasiswa dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, maka tenaga pendidik juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Mahasiswa Antusias Memulai Perkuliahan
Salah satu peserta remediasi, Salsabila, lulusan SMA Negeri 4 Tarakan yang memilih Program Studi Sistem Informasi, mengaku tertarik melanjutkan pendidikan di STMIK PPKIA karena ingin memperdalam ilmu komputer.
“Saya ingin mendalami komputer karena teknologi bisa menciptakan solusi untuk kehidupan sehari-hari maupun di dunia pekerjaan,” ujarnya.
Setelah mengikuti remediasi selama dua hari, Salsabila mengaku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Ia berharap dapat menjadi mahasiswa yang aktif dan kreatif selama menjalani perkuliahan.
Ia juga berharap STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati semakin berkembang dan semakin banyak diminati calon mahasiswa.
Sementara itu, Hafsa, lulusan Madrasah Aliyah Negeri Tarakan yang mengambil Program Studi Sistem Informasi, mengatakan perkembangan teknologi di era digital menjadi salah satu alasan dirinya memilih melanjutkan pendidikan di bidang teknologi informasi.
“Saya melihat perkembangan zaman dan era digital sudah sangat pesat, sehingga saya tertarik masuk di PPKIA. Orang tua juga mendukung,” kata Hafsa.
Hafsa berharap dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Dengan berakhirnya remediasi, para mahasiswa baru STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati kini diharapkan mampu mempersiapkan diri menghadapi proses perkuliahan sekaligus membangun kompetensi yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (****)




