By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Tantangan Hadapi Perubahan Iklim
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltaraPemerintahan

Tantangan Hadapi Perubahan Iklim

Redaksi
Last updated: 9 Agustus 2023 00:12
Redaksi
Published: 9 Agustus 2023
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Suriansyah, M.AP., secara daring mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah (PID) Tahun 2023 berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Kantor Gubernur Kaltara, Senin (7/8/2023). Rapat itu dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tito Karnavian.

Diketahui sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa inflasi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan iklim yang berfokus pada dampak El Nino dan IOD+. Fenomena El Nino dan IOD+ ini memiliki pengaruh besar terhadap inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dwikorita mengungkapkan bahwa fenomena El Nino dan IOD+ membawa dampak buruk bagi banyak negara, termasuk kegagalan panen, ketersediaan air bersih yang minim, dan meningkatnya risiko kebakaran hutan yang disebabkan oleh pemanasan global. Data menunjukkan bahwa fenomena El Nino dan IOD+ terjadi selama Agustus hingga September 2023.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kemunculan El Nino dan IOD+ kini lebih sering terjadi, yaitu setiap 2-3 tahun sekali, dibandingkan dengan tahun 80-an yang terjadi setiap 7 tahun sekali. Hal ini menyebabkan rentan terjadinya kekeringan dan pemanasan global. Namun, analisis dan Prediksi ENSO menyatakan bahwa El Nino dan IOD+ yang terjadi di Indonesia pada periode ini tergolong dalam kategori moderat dan lemah. Hal ini disebabkan oleh wilayah perairan Indonesia yang luas sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh fenomena tersebut.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, perubahan cuaca El Nino yang esktrim akan sangat berpengaruh terhadap gerak inflasi disemua kabupaten kota tanpa terkecuali, perlu langkah antisipasi sejak dini terhadap potensi dampak kekeringan. Menurutnya, perubahan pasokan bahan pangan berakibat pada penurunan minat beli, yang menyebabkan inflasi meningkat.

“Ini ada cuaca ada El Nino, yang panas, dampak Elmino di beberapa negara sangat berpengaruh,” ucapnya.

Mendagri Tito juga meminta setiap daeah untuk mengecek ketersediaan Gudang Bulog menyangkut produksi. Apabila dirasa tidak cukup agar segera mengambil langkah antisipasi.

Saat ini, lanjut Tito, berdasarkan data evaluasi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada Juni 2023 sebesar 0,21 persen (mtm), year to year (yoy) sebesar 3.08 persen. Di mana, terdapat 77 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi.

Sementara penyumbang inflasi berdasarkan wilayah di Pulau Kalimantan yaitu Balikpapan (0,53 persen), Tarakan (0,36 persen), Samarinda (0,34 persen), Tanjung Selor (0,34 persen), dan Sampit (0,26 persen). Adapun penyumbang inflasi dari bulan Juni ke Juli terdiri daging ayam ras, cabai merah, bawang putih dan telur ayam ras.

Sekprov Kaltara, menanggapi dengan sigap dan akan segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam penanganan inflasi dampak cuaca El Nino.

Butuh Regenerasi, Gubernur Akan Lantik Pengurus Baru Kerabat Badan Pendiri UBT
INDONESIA Emas@2045🇮🇩 di Mulai Dari Malinau, Dari TK Hingga SMA, Anak Daerah Malinau Sekolah Gratis
Menuju Tarakan Juara, Porwakot Petama Jadi Ajang Seleksi Porwada Kaltara
Diduga Kelebihan Muatan, Speed Boat Non Reguler Kargo Terbalik
Memasuki Semester Kedua, Pemprov Kaltara Diminta Percepat Capaian Target Kinerja
Share This Article
Facebook Email Print
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?