By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: TTIS Kaltara, Sinergi Penguatan Keamanan Informasi
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltara

TTIS Kaltara, Sinergi Penguatan Keamanan Informasi

Redaksi
Last updated: 18 November 2025 20:16
Redaksi
Published: 18 November 2025
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Staf Ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Setda Kaltara, Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P., menyebutkan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) memiliki wewenang untuk menyediakan layanan dan dukungan untuk mencegah, mengelola, dan menangani insiden keamanan informasi.

Hal ini disampaikannya saat membuka acara Penguatan TTIS se-Kalimantan Utara yang digelar di Kantor Gubernur, Ruang Serbaguna Lt. 1, Selasa (18/11).

“Tim ini diisi oleh para spesialis yang bekerja berdasarkan prosedur dan kebijakan, dengan tujuan merespon setiap insiden secara cepat, tepat, dan efektif, serta mengurangi risiko serangan siber,” kata Wahyuni.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dengan kolaborasi Kaltaraprov-csirt antar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Wahyuni berharap, dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Lebih lanjut Wahyuni mengungkapkan, dari berbagai platform digital dapat memberikan peluang bagi tindak kejahatan. Seperti manipulasi informasi, serangan politik, serangan psikologis, propaganda, hoax, maupun penyebaran paham radikal.

“Maka dari itu, melalui kegiatan ini, kita dapat meningkatkan kompetensi teknis dalam deteksi, analisis, dan penanganan insiden siber, sesuai dengan standar nasional,” terang Wahyuni.

Wahyuni juga mengajak seluruh anggota tim untuk terus memperkuat kolaborasi dan berbagi informasi dengan berbagai pihak, termasuk sesama CSIRT di Indonesia.

“Sinergi yang kuat adalah kunci dalam menangani dan memulihkan insiden siber secara lebih cepat dan efisien,” pungkasnya.(DKISP)

Tok !! UKM Tahun 2022 Sebesar Rp 3.774.378,35 Rupiah
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Gubernur Serukan Aksi Penghentian Penggunaan Plastik
Wagub Kaltara Tekankan Penguatan Kemandirian Wilayah Perbatasan Nunukan
Rahmawati Dorong Pembentukan Forum CSR Kota Tarakan untuk Percepatan Pembangunan
Hobi Masak Sejak Remaja, Gubernur Suguhkan Capcay Jadi Menu Sahur
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?