TARAKAN, KALTARA – Politisi sekaligus pengusaha rumah makan di Kota Tarakan, Mudain, menggelar acara doa bersama yang dirangkaikan dengan makan malam pada Jumat (20/2/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri keluarga, sahabat, kerabat, serta sejumlah anak yatim sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan atas transformasi usaha kulinernya.
Acara ini menjadi momentum perubahan nama dan konsep dari kafe dan restoran “Up Hil” yang berdiri sejak 2020, menjadi Resto Cabai Kampung Kita. Transformasi tersebut dilakukan berdasarkan kajian dan analisis pasar yang menunjukkan tren masyarakat Indonesia yang mulai kembali menyukai menu tradisional.
Mudain menjelaskan, perubahan konsep ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan respons terhadap kecenderungan masyarakat yang dinilai mulai jenuh dengan menu-menu luar negeri.
“Berdasarkan penelitian dan pengamatan kami, masyarakat Indonesia, termasuk di Tarakan dan Kalimantan Utara, kini ingin kembali menikmati menu tradisional Nusantara. Karena itu, kami sepakat menghadirkan kembali cita rasa asli Indonesia melalui Resto Cabai Kampung Kita,” ujarnya.
Ia optimistis, kehadiran restoran dengan konsep tradisional ini dapat menjadi pilihan utama masyarakat Kota Tarakan. Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan menyajikan menu yang sesuai dengan selera lokal.
Selain berorientasi pada bisnis, Mudain menegaskan bahwa usaha ini juga memiliki misi sosial dan ekonomi. Saat ini, Resto Cabai Kampung Kita telah mempekerjakan sekitar 30 karyawan, termasuk tenaga di sektor pendukung pariwisata.
“Kehadiran Cabai Kampung Kita bukan semata-mata mencari keuntungan. Kami ingin berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan serta membantu mengurangi angka pengangguran dengan membuka lapangan kerja baru,” katanya.
Dalam doa bersama tersebut, Mudain juga mengundang anak-anak yatim untuk turut mendoakan kelancaran dan keberkahan usaha yang dijalankan. Ia berharap, dengan doa dan dukungan masyarakat, Resto Cabai Kampung Kita dapat berkembang pesat dan menembus pasar kuliner nasional, dengan titik awal dari Kota Tarakan.
“Kami ingin Cabai Kampung Kita menjadi restoran yang unik dan dikenal luas, bahkan hingga tingkat nasional, dengan Tarakan sebagai titik nolnya,” tutupnya.




