MALINAU – Persiapan untuk pembukaan festival budaya di Kabupaten Malinau dipastikan sudah matang. Tim musik dan tari yang akan tampil mengonfirmasi seluruh komposisi dan koreografi telah rampung 100 persen, hanya menyisakan detail teknis seperti pengecekan monitor dan sound system.
“Kalau musik sudah 100 persen siap, tinggal perform saja. Semua komposisi sudah selesai,” ujar Uyau Moris tim pemusik Malinau
Dalam penampilan pembuka, karya yang dihadirkan akan menggabungkan musik tradisional dengan sentuhan modern. Awalnya, pertunjukan akan menggambarkan kekayaan alam Malinau, lalu dilanjutkan dengan perwakilan 11 etnis yang ada di Kabupaten Malinau. Sejumlah paguyuban lokal juga turut terlibat dalam pementasan ini.
Selain musik instrumental dan tarian, tim juga akan menampilkan kolaborasi istimewa. Beberapa segmen akan meng-cover lagu daerah, seperti Leleng dan Umamai, serta menampilkan 11 lagu tradisional lainnya. Di segmen berikutnya, karya baru hasil kreasi musisi lokal akan diperdengarkan.
Menariknya, kolaborasi dengan grup musik nasional Slank juga akan menjadi sorotan. Mereka akan membawakan salah satu lagu Slank serta Indonesia Pusaka dengan aransemen bernuansa musik daerah.
“Kami tampil di bagian pembuka, sementara untuk perform khusus ada di tanggal 15 nanti. Tidak ada kendala berarti, semua sudah siap,” tambah Uyau Moris.
Festival budaya ini diharapkan menjadi wadah pelestarian sekaligus inovasi seni, yang mengangkat kearifan lokal Malinau ke panggung nasional.(***)




