By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Penularan Kembali Tinggi, Sementara ASN Dilarang Ambil Cuti
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Penularan Kembali Tinggi, Sementara ASN Dilarang Ambil Cuti

Redaksi
Last updated: 2 Juli 2021 15:40
Redaksi
Published: 2 Juli 2021
Share
SHARE

TARAKAN – Setelah sempat berstatus zona kuning, kini Tarakan kembali masuk dalam zona oranye akibat meningkatnya kasus penularan covid-19.

Saat dikonfirmasi, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Tarakan, Khairul memastikan bahwa lonjakan kasus tersebut didominasi oleh pelaku perjalanan.

“Kebanyakan penularan dari aktivitas perjalanan, makanya saya intruksikan bagian organisasi pegawai untuk melarang cuti untuk saat ini,”ucapnya, (2/7).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, pemkot Tarakan juga memperketat pengawasan perjalanan di Bandara dan Pelabuhan. Selain itu mengurangi perjalan kedinasan untuk meminimalisir penularan.

“Kalau melarang pesawat terbang tidak mungkin, jadi lebih ke meningkatkan pengawasannya. Kita targetkan dalam 2 pekan kita bisa kembali ke zona kuning,”jelasnya.

Kendati begitu, lonjakan kasus yang terjadi tidak mempengaruhi rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran baru 2021-2022. Sehingga ia berharap tidak ada kluster pada sekolah.

“Kita tetap waspada dan evaluasi karena belajar dari pengalaman sebelumnya. Kita melarang aktivitas ini akhirnya ada masalah baru lagi. Ekonomi kita sedang dalam proses kembali berkembang, jangan sampai perkembangan ini kembali runtuh karena adanya pelarangan aktivitas,”tegasnya.

Sentil Permasalahan Ego Sektoral di Bidang Pertanahan,Senator Kaltara Sampaikan Ini
Kunjungi Peternakan Kambing Boer di Desa Apung, Mentan Harapkan Industri Peternakan Dikembangkan
Pemkot Tarakan Targetkan Capaian Pajak Sebesar Rp 163 Miliar
Jufri Budiman: Penanganan Genangan Gajah Mada Butuh Kolaborasi Provinsi dan Kota
DPR-RI Berharap Terus Upayakan Alokasi Vaksin ke Kaltara
Share This Article
Facebook Email Print
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?