By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Hasan Basri Soroti Rencana Pembukaan 20 Juta Hektar Hutan oleh Kemenhut, HB :Solusi atau Ancaman
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahan

Hasan Basri Soroti Rencana Pembukaan 20 Juta Hektar Hutan oleh Kemenhut, HB :Solusi atau Ancaman

Redaksi
Last updated: 6 Januari 2025 14:55
Redaksi
Published: 6 Januari 2025
Share
SHARE

JAKARTA – Rencana Menteri Kehutanan Republik Indonesia untuk membuka 20 juta hektar lahan hutan demi kepentingan energi dan pangan mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Senator asal Kalimantan Utara, Hasan Basri. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kerusakan ekologis yang dapat ditimbulkan oleh kebijakan ini, yang mencakup lahan seluas dua kali Pulau Jawa.

“Pembukaan lahan ini bisa mengancam lingkungan dan masa depan bangsa,” tegas Hasan Basri. Ia juga mempertanyakan urgensi kebijakan tersebut, mengingat pemerintah sebelumnya sudah membuka lahan untuk program lumbung pangan, namun dampaknya bagi masyarakat masih belum jelas.

Menurut Hasan Basri, pemerintah seharusnya fokus pada pemberdayaan lahan yang sudah ada, termasuk lahan bekas Proyek Lahan Gambut Jutaan Hektar di Pulau Kalimantan. Ia mengusulkan agar intensifikasi pertanian dan modernisasi pengelolaan lahan menjadi solusi yang lebih berkelanjutan. “Alih-alih membuka hutan baru, pemerintah seharusnya memanfaatkan lahan yang ada dan memberdayakan petani dengan teknologi modern. Ini akan meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Hasan Basri juga mendesak pemerintah untuk transparan dalam mempertanggungjawabkan hasil program-program sebelumnya, terutama yang terkait dengan food estate dan lumbung pangan di Kalimantan. “Tidak perlu membuka lahan baru, fokus pada hasil yang sudah dicanangkan sebelumnya,” tambahnya.

Mengenai status kawasan hutan di Pulau Kalimantan, Hasan Basri menekankan pentingnya evaluasi kebijakan yang adil dan arif. Ia berharap pemerintah dapat memberikan keadilan serta kepastian hukum bagi masyarakat yang terdampak.

Sebagai penutup, Hasan Basri mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kebijakan pemerintah demi masa depan yang lebih baik. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” serunya, mengingatkan pentingnya partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan rakyat.

HUT ke 13, Ibnu Saud Ungkap Capaian Prestasi Gerindra
Sampaikan Himbauan Dukung terlaksananya Pemilu Serentak 2024
Bangkit Bersama Menyambut Industri Hijau Berkelas Dunia
Gubernur Harapkan PWI Kaltara Jadi Panutan Profesionalitas Media
Gelar Silaturahmi Ramah Tamah, Wakapolda Harapkan Warga Jawa di Kaltara Jaga Solidaritas
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?