By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Miris, Dugaan Korupsi Pertamina Berpotensi Jadi Terbesar dalam Sejarah Indonesia
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Hukum & Kriminal

Miris, Dugaan Korupsi Pertamina Berpotensi Jadi Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Redaksi
Last updated: 18 September 2025 23:38
Redaksi
Published: 18 September 2025
Share
SHARE

Borneonewsjournalist.co.id, Jakarta – Dikutip dari Laman Resmi beberapa media Nasional terkemuka salah satunya Media Tempo.com, PT. Pertamina duduki peringkat pertama kasus korupsi,  Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah membongkar kasus dugaan korupsi yang melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) beserta subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018–2023.

Dalam penyelidikan, aparat menemukan sejumlah praktik yang dianggap menyimpang, di antaranya impor minyak mentah melalui perantara (broker), distribusi bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi, hingga praktik blending atau pencampuran produk BBM dengan kualitas lebih rendah (RON 90/Pertalite) agar menyerupai standar RON 92 (Pertamax).

Kerugian Negara Fantastis, Berdasarkan perhitungan awal, kerugian negara akibat praktik tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp193,7 triliun. Namun, jika memperhitungkan dampak jangka panjang, termasuk impor, kompensasi, subsidi, dan distribusi BBM yang tidak sesuai spesifikasi, potensi kerugian negara bahkan bisa menembus Rp968,5 triliun.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Tersangka dari Jajaran Direksi, Kejagung telah menetapkan sejumlah pejabat tinggi Pertamina dan afiliasinya sebagai tersangka, di antaranya:
1. Riva Siahaan – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
2. Sani Dinar Saifuddin – Direktur Feedstock & Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
3. Yoki Firnandi – Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
4. Agus Purwono – VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional

Selain itu, masih ada beberapa nama lain yang terkait dengan impor, distribusi, dan operasional terminal BBM.

Reaksi Publik dan Dampak, Kasus ini menimbulkan kekhawatiran publik mengingat Pertamina adalah perusahaan BUMN strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat, mulai dari harga BBM hingga subsidi energi.

Pemerintah menegaskan penyidikan akan terus dilanjutkan dengan dukungan bukti dokumen, keterangan saksi, ahli, serta barang bukti elektronik. Di sisi lain, muncul perdebatan soal istilah blending dan standar produk, apakah benar terjadi pelanggaran atau sekadar praktik teknis yang disalahgunakan.

Dari sisi hukum, pengamat menilai kemungkinan besar para tersangka akan menghadapi tuntutan berat, mengingat dampak kasus ini sangat luas dan menyangkut kerugian keuangan negara.

Banding dengan Kasus Lain, Jika angka Rp968,5 triliun benar terbukti, maka kasus dugaan korupsi di Pertamina berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah Indonesia, melampaui kasus PT Timah (±Rp300 triliun), BLBI, Asabri, Jiwasraya, hingga Duta Palma.

Catatan Penting, Meski begitu, angka kerugian fantastis ini masih berupa estimasi. Validitasnya baru bisa dipastikan melalui pembuktian di pengadilan dan audit independen. Selain itu, perdebatan teknis mengenai kualitas BBM, mekanisme subsidi, hingga proses impor lewat broker masih perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Kesimpulan, Dugaan korupsi di tubuh Pertamina menambah daftar panjang kasus “mega korupsi” di Indonesia. Terlepas dari angka pasti yang kelak terungkap di pengadilan, kasus ini sudah cukup untuk mengguncang kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMN energi sekaligus menegaskan pentingnya transparansi dalam tata kelola migas nasional.(**)

AA’ Kasus Penipuan Berkedok Paket Kegiatan APBN & APBD Dengan Total Mencapai 554 Juta, Begini Kronologinya
Baru Selesai Transaksi, AN Langsung Diciduk Polisi
Besembunyi di Tambak, Pelaku Utama Pembacokan di Kelurahan Karang Harapan Diringkus Polisi
Ungkap Kasus Sabu, Kodim 0914/TNT dan Polsek Sesayap Ciduk 10 Orang
Terbuai Bujuk Rayu Akan Dinikahi, Gadis Di bawa Umur Digagahi Pria Baru Dikenal
Share This Article
Facebook Email Print
4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?