Warga Blokir Akses Proyek Landfil PT. PRI, Tuntut Ganti Rugi Rp2 Miliar

Redaksi

TARAKAN – Puluhan warga memblokir jalan masuk menuju proyek pembangunan landfil milik PT. Phoenix Resources International (PRI), Rabu pagi (1/10/2025). Aksi ini dipicu dugaan dampak aktivitas perusahaan yang merugikan pemilik lahan, mulai dari menurunnya pendapatan hingga berkurangnya hasil kebun.

Sejak pagi, akses utama menuju lokasi proyek ditutup warga menggunakan kayu dan peralatan sederhana. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan proyek, terutama truk pengangkut material, terhenti total. Beberapa sopir truk mengaku tidak bisa beraktivitas karena terjebak di lokasi pemblokiran.

Situasi sempat memanas saat warga berhadapan langsung dengan sopir truk. Adu argumen tidak terhindarkan hingga nyaris menimbulkan kericuhan. Aparat TNI-Polri yang tiba di lokasi bersama Lurah Juata Permai dan Kapolsek Tarakan Utara segera melakukan pengamanan dan menenangkan massa.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Mediasi spontan kemudian dilakukan dengan mempertemukan perwakilan warga dan pihak perusahaan. Namun, proses tersebut tidak membuahkan kesepakatan. Warga bersikeras menuntut ganti rugi senilai Rp2 miliar per pemilik lahan dan meminta realisasi segera. Pihak perusahaan menyatakan masih perlu melakukan pendataan serta melaporkan persoalan ini ke kantor pusat.

Warga menolak penundaan dengan alasan masalah ini sudah terlalu lama berlarut tanpa kepastian. Pertemuan lanjutan kemudian dipindahkan ke ruang rapat PT. PRI, dipimpin Manager SSL Oemar Kadir dan difasilitasi pemerintah kelurahan, Kapolsek Tarakan Utara, serta Koramil Juata Permai. Namun, forum tersebut kembali berakhir tanpa titik temu.

Warga juga menolak tawaran perusahaan untuk hanya membahas penggantian tanam tumbuh, dan mendesak agar pihak manajemen turun langsung ke lapangan guna melakukan pendataan.

Hingga berita ini diturunkan, pemblokiran jalan masih berlangsung. Manajemen PT. PRI belum memberikan keterangan resmi terkait aksi warga maupun langkah penyelesaian yang akan ditempuh.(***)

Share This Article
1 Komentar

Tinggalkan Balasan