By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Ketua BEM PNN Soroti Dugaan Ketua Jurusan Persulit Mahasiswa dalam Tugas Akhir
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraNunukan

Ketua BEM PNN Soroti Dugaan Ketua Jurusan Persulit Mahasiswa dalam Tugas Akhir

Redaksi
Last updated: 4 Oktober 2025 17:18
Redaksi
Published: 4 Oktober 2025
Share
SHARE

Nunukan – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Nunukan (PNN) periode 2022–2023, Andi Baso, mengkritik sikap salah seorang ketua jurusan yang diduga mempersulit mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir.

Menurut Baso, alasan ketua jurusan yang menilai mahasiswa jarang melakukan konsultasi tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kesan adanya tendensi pribadi terhadap mahasiswa tertentu.

“Seharusnya seorang pimpinan jurusan bisa memahami kendala yang dihadapi mahasiswa, bukan malah menambah beban dengan mempersulit proses akademik,” ujar Baso, Selasa (1/10).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menekankan, tugas akhir merupakan tahapan penting yang semestinya mendapat pendampingan penuh dari pihak jurusan maupun dosen pembimbing. Jika mahasiswa jarang melakukan konsultasi, lanjutnya, perlu ditelusuri penyebabnya, bukan langsung diberi sanksi yang terkesan diskriminatif.

“Bisa jadi faktor ekonomi, psikologis, atau kendala lain yang membuat mahasiswa kesulitan. Bukan berarti mereka tidak serius,” jelasnya.

Baso juga mendorong pihak kampus lebih terbuka dalam menerima aspirasi mahasiswa serta menegakkan prinsip pendidikan yang adil dan berorientasi pada pembinaan.

“Pendidikan tinggi harus memerdekakan pikiran, bukan membelenggu mahasiswa dengan birokrasi yang kaku dan tendensius,” pungkasnya.

Keakraban Gubernur Bersama Para Mahasiswa Kaltara di Jogja
Belum Memenuhi Kuorum, Pendaftaran JPT Pratama Kaltara Diperpanjang
Semakin Mengerucut, Polda Naikan Status Pencemaran Lingkungan KPUC
Bupati Malinau Apresiasi Dukungan Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Perlindungan Masyarakat
Kasus Dugaan Pengeroyokan Ketua Kelompok Tani, Dua Anggota DPRD Bulungan Disebut Terlibat
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?