By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Sosialisasi Wilayah Rawan Longsor, Masih Terkendala Terbatasnya Anggaran
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Sosialisasi Wilayah Rawan Longsor, Masih Terkendala Terbatasnya Anggaran

Redaksi
Last updated: 27 Agustus 2021 23:22
Redaksi
Published: 27 Agustus 2021
Share
SHARE

TARAKAN – Sejak masuknya pandemi covid-19 di Indonesia, membuat pemerintah terus berupaya menekan dan menghentikan penularan covid-19. Tidak terkeculi di Kota Tarakan. Sehingga atas penangganan yang dilakukan membuat sebagian besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah teralihkan untuk memaksimalkan penangganan covid-19.

Oleh sebab itu, tidak sedikit program yang harus tertunda atau dibatalkan karena terbatasnya anggaran salah satunya ialah pendataan rumah di wilayah longsor. Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Tarakan Ahmady Burhan menyebut hingga saat ini pihaknya beberapa program BPBD harus tertunda karena terbatasnya anggaran.

“Selama periode Agustus 2021, peristiwa tanah longsor tercatat terjadi dan menewaskan satu orang di Kelurahan Sebengkok. Mengantisipasi jangan sampai kejadian terulang, kami sudah mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di perbukitan. Misalnya mengkawatirkan, mohon mengungsi sementara,” ujarnya, (27/08).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dijelaskannya, selama ini rumah-rumah di perbukitan yang sudah menjadi korban terdampak longsor, telah mendapat bantuan.
Diantaranya, bantuan material bahan bangunan.

“Kalau bantuan selama ini sudah. Tapi di tengah pandemi, kami tak menampik semua serba sulit, tapi kami mengharapkan masyarakat bisa mengerti,”tukasnya.

Lanjutnya, sejauh ini pihaknya kerap kali melakukan sosialisasi kepada warga untuk waspada. Terutama masyarakat yang bermukim pada wilayah perbukitan terkhusus wilayah rawan longsor.

“Selain sosialisasi juga bantuan, baik stimulan dan logistic apabila longsor,” jelasnya. Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa penghuni rumah di sebelah rumah korban longsor RT 20 pada 1 Agustus 2021 lalu,”bebernya

“Rumah dengan kategori merah, tidak boleh ditempati. Tapi perlu diupdate lagi. Tercatat masuk zona merah, sporadis. Karang Anyar masuk, Juata sebagian masuk, karang Balik, Sebengkok, Mamburungan dan Kampung Enam sebagian,” jelasnya.

Danrem 092/Maharajalila Pimpin Serah Terima Jabatan Dandim 0907/Tarakan
Hadiri Tabligh UAS di Tanjung Selor, Hasan Basri Apresiasi Antusias Masyarakat
Berbagi di Bulan Ramadhan, IPPM Kaltara Bagikan 1000 Takjil Kepada Masyarakat
20 Insan Pers Divaksin, PWI Tarakan Perjuangkan Sisanya.
Pemprov Intruksikan Inkindo Berdayakan Tenaga Ahli Lokal
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?