SEBATIK, KALTARA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah perbatasan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan sesuai dengan standar petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
Salah satu SPPG yang dikunjungi berada di bawah naungan Yayasan Aztrada Garuda Jaya, tepatnya di Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Lokasi tersebut merupakan wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Dalam peninjauan tersebut, Dadan Hindayana menyampaikan bahwa SPPG Aztrada Garuda Jaya telah memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Mulai dari fasilitas dapur, sistem pengolahan makanan, hingga penyediaan bahan baku dinilai telah sesuai dengan ketentuan juknis.
“SPPG ini sudah memenuhi standar, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas bahan makanan. Bahkan, bisa dijadikan percontohan bagi SPPG lainnya, khususnya yang berada di wilayah terdepan dan perbatasan NKRI,” ujar Dadan Hindayana.
Selain meninjau dapur SPPG, Kepala BGN juga melihat secara langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Dasar Negeri 001 Sebatik. Kegiatan ini bertujuan memastikan makanan yang disalurkan kepada peserta didik memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
Sementara itu, Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Azmir Nurwadi Pakki, mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melayani lima sekolah di Pulau Sebatik dalam program Makan Bergizi Gratis. Seluruh tenaga yang terlibat dalam operasional SPPG berasal dari masyarakat lokal setempat.
“Kami melibatkan warga lokal sebagai tenaga SPPG. Ini sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung program nasional,” jelas Azmir.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, hingga saat ini terdapat sebanyak 21.330 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan perbatasan seperti Pulau Sebatik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan status gizi anak-anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah perbatasan.(****)




