Dari Tanah Banten, SMSI Kaltara Serap Energi Pers Nasional di Momentum HPN 2026

Redaksi

BANTEN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti seluruh rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar SMSI Pusat di Provinsi Banten pada 5-9 Februari 2026. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi penguatan jaringan, kapasitas organisasi, serta posisi tawar pers daerah di tingkat nasional.

Partisipasi SMSI Kaltara menegaskan bahwa pers daerah tetap menjadi bagian strategis dalam arsitektur pers nasional, termasuk bagi wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara yang memiliki tantangan tersendiri dalam dinamika industri media.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian HPN adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SMSI se-Indonesia yang digelar di Jurnalis Boarding School (JBS), Kota Cilegon, pada 7 Februari 2026. Forum tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, di antaranya penguatan tata kelola organisasi, peningkatan profesionalisme media siber, serta komitmen bersama melawan hoaks dan disinformasi di ruang digital.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Rakernas juga menyepakati pembentukan Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) di setiap daerah serta pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers di bawah koordinasi SMSI provinsi. Langkah ini dinilai penting sebagai instrumen peningkatan kualitas sekaligus perlindungan hukum bagi perusahaan pers dan jurnalis.

Dalam rangkaian HPN di Kota Cilegon, anggota Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, menyampaikan kabar positif bagi perusahaan pers anggota SMSI. Ia memberi sinyal bahwa proses verifikasi perusahaan pers dapat difasilitasi melalui SMSI Pusat.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi media daerah yang kerap menghadapi kendala administratif dan teknis dalam proses verifikasi. Dengan mekanisme kolektif melalui organisasi, diharapkan semakin banyak perusahaan pers memenuhi standar profesional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Saat ini, SMSI tercatat memiliki lebih dari 3.000 perusahaan media siber di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu organisasi perusahaan pers terbesar di Tanah Air, bahkan disebut sebagai yang terbesar di dunia dalam kategori media siber.

HPN 2026 juga diwarnai peresmian Monumen Media Siber Indonesia di Cilegon sebagai simbol sejarah dan perkembangan pers digital Indonesia. Monumen tersebut menjadi penanda peran strategis media siber dalam demokrasi modern.

Tak kalah penting, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Media Siber Indonesia di Serang. Museum ini diharapkan menjadi ruang dokumentasi perjalanan jurnalisme digital bagi generasi mendatang serta menjadi legacy HPN yang bersifat edukatif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Ekspedisi Budaya ke sejumlah situs bersejarah di kawasan Banten Lama. Kegiatan ini memperkaya perspektif kebangsaan insan pers sekaligus memperkenalkan potensi sejarah dan pariwisata daerah kepada jaringan media nasional.

Puncak peringatan HPN pada 9 Februari 2026 di Serang menjadi penegasan bahwa pers siber Indonesia tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga terus memperkuat kualitas, integritas, dan perlindungan kelembagaannya.

Bagi SMSI Kaltara, keikutsertaan penuh dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut membawa pesan penting bahwa pers daerah tidak boleh tertinggal dalam arus perubahan industri media.

“Justru dari daerah, terutama wilayah perbatasan, suara publik yang autentik lahir dan membutuhkan ruang pemberitaan yang profesional serta bertanggung jawab,” demikian semangat yang dibawa delegasi SMSI Kaltara.

HPN 2026 menjadi momentum refleksi bahwa masa depan pers Indonesia tidak hanya ditentukan di pusat, tetapi juga di ruang-ruang redaksi daerah yang bekerja dekat dengan masyarakat. Pers daerah yang kuat diyakini akan melahirkan demokrasi yang sehat, baik di tingkat lokal maupun nasional. (*)

Share This Article