TARAKAN, KALTARA – Sebanyak 73 peserta yudisium mengikuti kegiatan pembekalan yang digelar oleh Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Kota Tarakan, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Ekonomi Digital Wujudkan Daerah Unggul, Alumni Tangguh Wujudkan Ketahanan Ekonomi Digital” dan berlangsung di Swiss-Belhotel Tarakan.

Pembekalan menghadirkan narasumber Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tarakan, Sitti Rujiah, S.Keb., Bdn., yang untuk pertama kalinya menjadi pemateri dalam kegiatan yudisium kampus tersebut.

Dalam sambutannya, Sitti Rujiah mengaku bersyukur dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah, ini adalah kehormatan bagi saya yang dipercaya menjadi narasumber dalam pembekalan yudisium ini,” ujarnya.
Ia berharap para mahasiswa yang akan segera menyelesaikan pendidikan mampu berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan.
Lebih lanjut, ia menekankan agar para lulusan tidak hanya bergantung pada peluang kerja dari pemerintah maupun perusahaan swasta. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi khususnya di bidang teknologi informasi harus mampu menciptakan peluang dan membangun lapangan pekerjaan sendiri.
“Jangan hanya berharap pekerjaan dari pemerintah atau perusahaan. Berusahalah menciptakan pekerjaan dan membuka lapangan kerja sendiri,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa terus menggali ilmu sebanyak-banyaknya serta tidak meremehkan materi yang diberikan oleh para dosen. Menurutnya, pengalaman dan latar belakang pendidikan dosen merupakan bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.
“Kadang ada yang merasa sudah menguasai digitalisasi lalu menganggap remeh perkuliahan. Itu keliru. Dosen memiliki pengalaman dan pendidikan yang lebih tinggi. Apa yang mereka ajarkan adalah bekal penting setelah lulus nanti,” jelasnya.
Terkait tema ekonomi digital, Sitti Rujiah menilai digitalisasi menjadi kunci penting bagi generasi muda saat ini. Di era persaingan yang semakin ketat, kemampuan di bidang teknologi dan digital membuka peluang luas bagi lulusan untuk membangun usaha mandiri apabila tidak terserap di sektor formal.
Menurutnya, ketangguhan alumni dalam memanfaatkan teknologi digital akan berkontribusi langsung terhadap ketahanan ekonomi daerah, sekaligus mewujudkan daerah yang unggul dan berdaya saing.
Kegiatan pembekalan ini menjadi momentum penting bagi 73 peserta yudisium untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis digital di Kota Tarakan dan Kalimantan Utara.(BNJ)




