TANJUNG SELOR, KALTARA – Korem 092/Maharajalila menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah melalui rehabilitasi Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.
Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila, Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, menyebut proyek tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya bagi masyarakat Desa Sajau Hilir dan Desa Tanjung Agung.
“Pembangunan ini menjadi bagian penting dalam membuka akses antarwilayah yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Sjahroni, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan, keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung, tetapi juga memiliki makna lebih luas dalam pembangunan daerah.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kemajuan, pemerataan pembangunan, serta wujud kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, rehabilitasi jembatan akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Mobilitas masyarakat diyakini semakin lancar, distribusi barang dan jasa lebih cepat, serta membuka peluang yang lebih besar bagi sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
“Ini adalah langkah nyata dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Sebagai satuan komando teritorial, Korem 092/Maharajalila menyatakan siap mendukung setiap program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi yang kuat sangat diperlukan agar pembangunan berjalan lancar, aman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Sjahroni turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan merawat hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan ini demi kepentingan bersama,” imbuhnya.
Selain itu, ia membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait perbaikan jembatan di wilayah Sajau Hilir dan Tanjung Agung sebagai bahan evaluasi ke depan.
“Ke depan, masyarakat dapat mengusulkan perbaikan sarana prasarana melalui Babinsa di masing-masing wilayah. Nanti akan ditindaklanjuti oleh Kodim 0903/Bulungan melalui survei dan pemetaan untuk menentukan skala prioritas,” jelasnya.
Ia menambahkan, program perbaikan jembatan ini merupakan kegiatan perdana yang dijalankan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses antar desa dan permukiman.
Secara nasional, TNI menargetkan pembangunan dan perbaikan sekitar 7.000 jembatan di seluruh Indonesia pada tahun ini. Hingga saat ini, sekitar 200 titik infrastruktur telah mulai dikerjakan.
“Program ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat, baik di sektor pertanian, pendidikan, maupun lainnya, dengan tujuan akhir meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.***(rm)




