Borneonewsjournalist.co.id – Pegiat media sosial Syafaruddin Thalib (ST) mengapresiasi langkah Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, yang dinilai responsif dalam menyambut tawaran investasi pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara).
Menurut ST, seorang pemimpin daerah harus memiliki visi dan mimpi besar demi kemajuan wilayah yang dipimpinnya. Ia menilai pembangunan infrastruktur strategis seperti jaringan kereta api merupakan langkah penting untuk mendorong aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pemimpin harus punya mimpi. Kalau bermimpi saja tidak mau, bagaimana melakukan hal yang besar?” ujar ST.
Ia menegaskan, rencana pembangunan jaringan rel kereta api di Bumi Benuanta bukanlah proyek yang membebani anggaran pemerintah daerah, melainkan investasi yang ditawarkan pihak swasta. Karena itu, menurutnya, langkah tersebut seharusnya mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Konsepnya bukan pemerintah memprioritaskan anggaran untuk rel kereta api, tetapi ada investor yang ingin membangun infrastruktur strategis di Kaltara. Ini seharusnya didukung, bukan justru dicemooh,” katanya.
ST juga menyayangkan adanya kritik di media sosial yang dinilainya tidak konstruktif. Ia berharap para tokoh publik, termasuk wakil rakyat, dapat memberikan edukasi dan kritik yang membangun kepada masyarakat.
Menurutnya, kritik seharusnya disampaikan dengan data, analisis, dan argumentasi yang jelas, bukan sekadar bernada sindiran.
Selain itu, ST menilai upaya Gubernur Kaltara memperjuangkan pembangunan jaringan kereta api menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat. Ia menyebut, pembangunan besar memang membutuhkan proses dan waktu panjang, namun langkah awal tetap harus dimulai.
“Tidak ada langkah selanjutnya kalau langkah pertama tidak dimulai. Ini bentuk keseriusan membangun daerah untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak hanya tertuju pada proyek kereta api. Menurutnya, Gubernur juga terus memperjuangkan pembangunan akses jalan yang menghubungkan wilayah Malinau dan Krayan kepada pemerintah pusat.
“Jadi jangan seolah-olah pembangunan jalan di Krayan tidak diperjuangkan. Pak Gubernur juga terus berupaya meminta dukungan anggaran pusat untuk pembangunan akses jalan di wilayah perbatasan,” katanya.
Sebelumnya, PT. Indonesia Transit Synergy melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terkait tawaran investasi pembangunan jaringan kereta api di Kaltara.
Direktur Utama perusahaan tersebut, Rully Noviandar, memaparkan rencana investasi pembangunan jaringan kereta api dengan nilai mencapai Rp20 hingga Rp25 triliun. Seluruh pembiayaan proyek disebut berasal dari investor tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Selain mendukung konektivitas wilayah, proyek tersebut juga diproyeksikan mampu membuka sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal di Kalimantan Utara.(****)




