TARAKAN – Ikatan Perempuan Sulawesi Bersatu (IPSB) Kota Tarakan menggelar Grand Opening Arisan IPSB yang dirangkaikan dengan kajian inspiratif dan penggalangan donasi untuk mendukung pembangunan Sekolah Pesantren Tunanetra Indonesia di bawah naungan Yayasan IKPAH Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu restoran di Jalan Bom Panjang, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (11/10/2026), dan dihadiri ratusan anggota IPSB Kota Tarakan.
Mengusung tema “Dari Inspirasi Menjadi Aksi, Bersama IPSB Membangun Perempuan untuk Berkarya dan Berdaya”, acara ini menghadirkan dua perempuan inspiratif tingkat nasional, yakni Ustadzah Riski Amelia, M.Pd., serta Dewi Yull, artis sekaligus inspirator kebaikan Indonesia.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan agenda arisan anggota, kegiatan tersebut juga diisi dengan kajian inspiratif yang mengajak perempuan untuk terus mengembangkan potensi diri, berkarya, serta berkontribusi bagi masyarakat.
Ketua Panitia, Hj. Hawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota IPSB yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia bersyukur pelaksanaan acara perdana itu berjalan lancar dan berharap hubungan silaturahmi antaranggota IPSB dapat terus terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh anggota IPSB yang telah hadir. Semoga silaturahmi ini selalu berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IPSB Kota Tarakan, Dr. H. Hasriyani, mengatakan bahwa peluncuran perdana arisan IPSB tidak hanya menjadi sarana mempererat kebersamaan, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial melalui penggalangan dana bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian IPSB terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan, khususnya dalam bidang sosial dan pendidikan.
Hasriyani berharap kegiatan arisan dan silaturahmi IPSB dapat terus berlanjut serta menjadi wadah bagi para anggota untuk memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, dan membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tarakan.
Ia juga menegaskan pentingnya peran organisasi perempuan dalam mendukung kegiatan sosial dan menghadirkan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, penggalangan donasi turut diarahkan untuk mendukung pembangunan Sekolah Pesantren Tunanetra Indonesia di bawah naungan Yayasan IKPAH Indonesia. Kehadiran Dewi Yull dan Ustadzah Riski Amelia diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap pendidikan dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, IPSB Kota Tarakan diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi perempuan, tetapi juga berkembang sebagai organisasi yang aktif mendorong pemberdayaan perempuan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (****)




