By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: BENTENGI RUANG DIGITAL PERBATASAN, ADAT BESAR TIDUNG NUNUKAN DAN SATBRIMOB POLDA KALTARA BERSINERGI
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraNunukan

BENTENGI RUANG DIGITAL PERBATASAN, ADAT BESAR TIDUNG NUNUKAN DAN SATBRIMOB POLDA KALTARA BERSINERGI

Redaksi
Last updated: 27 Oktober 2026 01:13
Redaksi
Published: 27 Oktober 2026
Share
SHARE

NUNUKAN – Menghadapi potensi kejahatan siber yang kian marak di kawasan perbatasan, Lembaga Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan bersama Satbrimob Polda Kalimantan Utara terus mempererat kerja sama dalam membentengi masyarakat dari bahaya hoaks, akun palsu (impersonate), dan propaganda digital.

Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Nunukan tetap terjaga, terutama dari upaya pihak tertentu yang memanfaatkan platform digital untuk memecah belah keharmonisan antarwarga.

Ketua Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan, Naharuddin, menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kewaspadaan tinggi. Menurutnya, modus pencatutan nama tokoh adat maupun lembaga resmi di media sosial kerap menyebarkan informasi palsu yang berpotensi memicu kesalahpahaman.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Ruang digital di perbatasan harus kita jaga bersama dari narasi provokatif. Kami mengimbau seluruh masyarakat adat Tidung dan warga Nunukan pada umumnya untuk tidak gampang percaya pada konten dari akun-akun tiruan. Mari kita utamakan tabayyun dan konfirmasi sebelum menyebarkan berita,” ujar Naharuddin.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Intel Satbrimob Polda Kaltara, IPDA Sapparudin, mengapresiasi kepekaan para tokoh adat dalam membaca potensi ancaman berbasis teknologi. Sinergi antara kepolisian dan lembaga adat dinilai sebagai benteng terdepan dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Ancaman di era modern tidak hanya datang dari fisik, tetapi juga melalui propaganda digital dan akun palsu yang berniat merusak persatuan di perbatasan. Melalui koordinasi erat dengan Pak Naharuddin dan jajaran Adat Besar Tidung, kami optimistis segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas di ruang siber dapat diantisipasi sejak dini,” tegas IPDA Sapparudin.

Komitmen bersama ini diharapkan mampu Ymeningkatkan literasi digital masyarakat perbatasan, sehingga Nunukan tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu penyesatan publik. (****)

Serukan Pesan Damai Antar Umat Beragama
Modus Menyamar Jadi Wanita, Seorang Pemuda Predator Cabuli 12 Anak
Melahirkan Pemimpin Muda Perbatasan, HMI Komisariat Sebatik Sukses Gelar Basic Training ke-VIII
Progress KIHI Signifikan, Menko Marves Bakal Kembali Kunjungi Kaltara
Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati Zainal Paliwang Dorong Pemanfaatan Media Sosial dalam Pemasaran Pariwisata
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?