By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Jalan Gunung Amal Kerap Ditumpahi Semen Proyek, DPRD Minta Tanggung Jawab Kontraktor
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Jalan Gunung Amal Kerap Ditumpahi Semen Proyek, DPRD Minta Tanggung Jawab Kontraktor

Redaksi
Last updated: 14 Maret 2022 00:19
Redaksi
Published: 14 Maret 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Anggota Dewan Komisi III DPRD Tarakan sorot jalan terdampak tumpahan campuran bahan semen (material) yang mengeras dibadan jalan. Hal tersebut menjadi perhatian lantaran tumpahan semen tersebut berada di Tanjakan Gunung dapat membahayakan pengguna jalan.

Diketahui, jalan tersebut berada Kelurahan Kampung Enam. Namun demikian, adanya tumpahan semen tersebut diduga akibat lalu lalang kendaraan besar yang memuat campuran semen ke area proyek penataan Pantai Amal.

“Hal ini tentu menjadi persoalan, karena membahayakan pengguna jalan. Tumpahan itu akibat lalu lalang kendaraan bermuatan campuran semen, yang ditujukan untuk pembangunan pariwisata Pantai Amal,” terang Mustain, Ketua Komisi III DPRD Tarakan, (13/03/2022).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Lebih lanjut, dikatakan Mustain, adanya tumpahan semen tersebut sudah berlangsung lama semenjak adanya pembangunan kawasan wisata Pantai Amal.

“Kemiringan jalan seperti jalanan gunung Amal itu salah satu pemicu tumpahnya semen itu, tetapi juga ketika mereka membawa bahan campuran, sepertinya tidak membuat safety dari pada pembuangan bahan itu. Ini (tumpahan semen) sudah setahun, kalau tidak ditangani semakin membahayakan masyarakat,” tambahnya.

Kendati begitu, Komisi III DPRD Tarakan berharap kepada pihak kontraktor supaya bisa mengurangi kapasitas angkut sebanyak setengah kubik.

“Nanti kami bicarakan dulu. Kita berikan waktu seminggu ini, sambil kita memikirkan di Komisi III untuk memanggil pihak terkait. Tapi kalau mereka tidak mau melakukan itu, maka akan kita panggil pihak proyek, Dinas PU dan Dinas Perhubungan Kota Tarakan untuk membahas persoalan ini,” pungkasnya. (*)

Pembekalan Peserta Yudisium, STMIK PPKIA Bekali Calon Alumni dengan Kompetensi Digital dan Profesionalisme
Miliki Potensi, Kawasan Tanjung Buyu Dinilai Cocok Untuk Pertanian
LMND Kaltara Desak Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak di Krayan
Maksimalkan Penanganan Bencana, BPBD Latih Relawan
STMIK PPKIA Tarakan Sukses Gelar PKKMB 2025, Pastikan Mahasiswa Baru Siap Kuliah dan Bebas Narkoba
Share This Article
Facebook Email Print
4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?