By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pemerintah Pusat Perlu Optimalkan APBN ke Perbatasan
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltaraPemerintahan

Pemerintah Pusat Perlu Optimalkan APBN ke Perbatasan

Redaksi
Last updated: 25 April 2022 22:33
Redaksi
Published: 25 April 2022
Share
SHARE

MALINAU – Memprihatinkan, begitu yang dilihat Wakil Gubernur Kaltara, Dr Yansen TP, M.Si saat melakukan monitoring dan evaluasi progress pembangunan di Kecamatan Sungai Boh-Kayan Selatan pada pekan lalu.

Dalam perjalanannya, Wagub Yansen melintasi beberapa jembatan darurat yang terbuat seadanya dari kayu log. Kondisi ini cukup berat dan membahayakan apalagi tak jarang ditemui jalan berlubang akibat kikisan tanah.

Di perjalanan itu pula, sejumlah titik lintasan penghubung yang menjadi perhatian pria yang juga pernah menjadi Bupati Malinau itu. Yaitu, jembatan yang menghubungkan Sungai Boh dan Kayan Selatan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pasalnya, jembatan tersebut berada tepat di bawah aliran sungai dengan jarak ketinggian kurang lebih enam meter. Jembatan ini adalah akses satu-satunya orang maupun barang menuju kecamatan terdekat.

Kondisi ini cukup memperihatinkan bagi Wagub Yansen. Di mana pada sisi lain pemerintah menginginkan masyarakat Apau Kayan untuk menanamkan nasionalisme dan menjaga perbatasan. Akan tetapi akses dukungan infrastruktur tidak maksimal, sehingga kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan.

“Saat ini saya berada di link jalan perbatasan yang dibangun melalui dana APBN. Tepatnya di titik Belawan. Kalau kita perhatikan jalan ini, situasi yang wajar ada di pedalaman. Tetapi kalau kita bicara tentang negara, bicara tentang perbatasan dengan situasi yang berat, seperti ini tidak dapat dibiarkan,” kata Wagub Yansen saat menyaksikan langsung perjalanan yang ditempuh.

Sebagai wakil pemerintah pusat, ia bersama Gubernur Drs Zainal A Paliwang S.H., M.Hum dalam agenda monevnya melihat seluruh jalur jalan harus segera diperhatikan dan dibangun bersama.

“Saya mengharapkan supaya perhatian untuk pembangunan jalan perbatasan ini sungguh-sungguh diberi sebagai atensi serius. Dalam artian bahwa kalau ini putus maka tidak ada pilihan lain lagi, akan berhenti (aktivitas masyarakat, red). Darurat kebutuhan masyarakat perbatasan. Semoga menjadi perhatian kita bersama,” tegas Yansen, di mana ia harus turun bersama rombongan ke pinggir jalan akibat kendaraan yang ditumpanginya terendam lumpur.

Wagub Yansen juga menyempatkan diri menemui Martinus salah satu pelintas asal Long Nawang yang melakukan perjalanan dari Long Bagun untuk distribusi bahan pokok ke daerahnya.

Ia mengungkapkan rasa syukurnya lantaran dapat bertemu langsung dengan Wagub Yansen. Tanpa canggung, Martinus pun menyampaikan banyak titik yang sulit dilewati di jalan antar kecamatan ini. Salah satunya jembatan yang sebelumnya dilewati, dan jalan yang rusak terlebih saat keadaan cuaca hujan.

Karena itu, ia meminta kepada pemerintah pusat agar mau membantu kepala daerah untuk memperjuangkan masyarakat perbatasan. “Berusahlah memperjuangkan kami, apalagi jalannya ini. Kami juga malu dengan harga barang kami yang tinggi. Sebenarnya harganya murah, tapi biaya angkutnya yang mahal. Kami minta kerja samanya dari pemerintah pusat baik bapak Wakil Gubernur tolong kerja samanya yang baik memperjuangkan kami masyarakat perbatasan,” ujar Martinus.

Untuk waktu perjalanan dari Long Nawang-Long Bagun, Martinus mengatakan jika perjalanan dimulai pukul 09.00 pagi perkiraan tiba pukul 04.00 subuh. “Itu kalau jalan kering, kalau sekarang tidak bisa lagi,” ungkapnya.

Untuk sekali angkut biasanya driver membawa 1,5-1,8 ton barang. Sedangkan untuk biaya angkut barang biasanya tergantung dari ritase. “Kalau untuk mobil Triton seperti ini, double cabin sekitar Rp10 juta untuk sekali angkut bukan pulang pergi,” pungkasnya.

Pemprov Kaltara Upayakan Peningkatan Digitalisasi
Tinjauan Pelaksanaan PSU, KPU RI Apresiasi Berjalan Lancar
Wali Kota Tarakan Buka Try Out Akbar FKPMT–TSC, Motivasi Pelajar Hadapi SNBT
Jadi Atensi, Gubernur Minta Pengelolaan CSR Beri Dampak ke Masyarakat
DPD IMM Kaltara Gelar Uji Publik Paslon di Pilkada Kaltara, Berikut Jadwalnya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?