By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Belum Selesai Covid-19, Hepititis Juga Menjadi Perhatian IDAI
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KesehatanTarakan

Belum Selesai Covid-19, Hepititis Juga Menjadi Perhatian IDAI

Redaksi
Last updated: 21 Mei 2022 22:19
Redaksi
Published: 21 Mei 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Hingga saat ini kasus pandemi Covid-19 di tanah air semakin melandai. Sehingga pemerintah mulai mengendurkan Protokol Kesehatan dan kembali menerapkan aktivitas seperti biasa.

Namun belum selesainya pandemi covid-19, Kementerian Kesehatan mengeluarkan instruksi agar masyarakat selalu memastikan asupan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan higienis dan kebersihan tangan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltara, dokter Franky Sientoro, Sp.A mengungkapkan, pada dasarnya hepatitis akut dapat menyerang anak usia sampai dengan 16 tahun.
Hepatitis merupakan infeksi peradangan di sel hepar atau yang biasa dikenal dengan liver.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saat ini penularannya masih diselidiki. Awalnya, penularan diduga berkaitan dengan vaksin, tapi kesimpulan dari WHO menegaskan bahwa kasus hepatitis ini tidak berkaitan dengan vaksin. Tapi, apakah berkaitan dengan Covid-19, bisa ya, bisa tidak,” terangnya, (21/5/2022).

Diketahui, beberapa gejala yang harus diwaspadai adalaglh pada saluran cerna yang membuat anak menjadi demam, radang, muntah, diare, mencret hingga kejang. Ia meminta jika ada kasus serupa gejala ini bisa dilaporkan untuk dilakukan pemeriksaan pada gangguan fungsi liver anak.

“Penularan hepatitis akut juga dapat terjadi saat makan, sehingga kebersihan makanan dan sanitasi diri menjadi hal penting untuk diperhatikan. Masyarakat yang sering makan lalapan tanpa dimasak dulu juga diharapkan bisa mengurangi kebiasaan saat ini,”terangmua.

Meski status hepatitis akut saat ini bukan pandemi, masyarakat diminta agar tetap menjaga kebersihan makanan yang akan dikonsumsi. Terlebih lagi hingga saat ini penyebab dan obat hepatitis akut belum diketahui.

Peringatan HUT KORPRI ke-54 di Tana Tidung Tegaskan Komitmen ASN untuk Indonesia Maju
All Out Tolak Kenaikan BBM, PKS Seluruh Se-indonesia Nyatakan Sikap
Kami Hehilangan Sosok Sahabat.! Waroeng Democrazy Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Roslan bin Hassan
Game Online dan Algoritma Medsos Jadi Jalur Baru Penyebaran Radikalisme di Kalangan Anak
PNM Tarakan Catat Pertumbuhan Positif di 2025, Targetkan Peningkatan Kualitas Nasabah di 2026
Share This Article
Facebook Email Print
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?