By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Tanggapi kebijakan Penghapusan Honorer, Harapkan Kuota Seleksi P3K Diperbanyak
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahanTarakan

Tanggapi kebijakan Penghapusan Honorer, Harapkan Kuota Seleksi P3K Diperbanyak

Redaksi
Last updated: 20 Juni 2022 17:29
Redaksi
Published: 20 Juni 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Disahkannya kebijakan penghapusan tenaga honorer di jajaran pemerintahan bersasarkan Kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Birokrasi dan Reformasi (Kemenpan-RB) yang akan dimulai pada November 202 menimbulkan dilema tersendiri bagi seluruh tenaga honorer di Indonesia, tak terkecuali tenaga honorer di Kota Tarakan.

Sehingga atas kekhawatiran itu, sejumlah tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Tarakan melangsungkan rapat di Taman Oval Markoni Kelurahan Pamusian dan berharap Pemerintah Kota Tarakan membuka kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam jumlah banyak.

“Kalau dihapus Kasihan teman-teman yang sudah mengabdi 17 tahun, 20 tahun, tapi belum diangkat-angkat, itu seperti apa?,” ujar Forum Tenaga Honorer Tarakan, Rahmat Hidayat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sehingga pihaknya mempertanyakan terkait nasib tenaga honorer Tarakan pada tahun depan. Ia pun tak menghendaki apabila upaya pemerintah hanya berujung pemecatan tenaga honorer.

“Solusi terbaik yang dilakukan oleh Pemkot Tarakan menurutnya dengan membuka kuota PPPK sebanyak-banyaknya. Hal itu kata dia merupakan arahan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Melalui PPPK, para tenaga honorer kata Rahmat bakal memiliki kesempatan mengikuti seleksi. Hal tersebut juga akan disambut baik oleh honorer.

“Kasihan teman-teman banyak sudah mengabdi sekian tahun. Kalau masalah nanti bicara lulus atau tidaknya, ya biarlah berjalan dulu prosesnya. Kalau memang tidak lulus, ya memang itu kami terima,” bebernya di TO Markoni.

Ingatan Rahmat terkait PPPK pada tahun 2021, hanya dibuka 3 formasi penerimaan PPPK. Pada waktu itu, pihaknya pun melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, kemudian Pemkot Tarakan.

“Teman-teman honorer sangat meyakini bahwa Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes tidak menghendaki penghapusan tenaga honorer lantaran pertimbangan dampak sosial,”pungkasnya.

Aman kan Ribuan Kemasan Kosmetik Ilegal, BPOM Akan Terus Lakukan Razia Rutin
The heart of Nintendo’s new console isn’t the Switch
Upayakan Penyelesaian, Bandara Juwata Tarakan Minta Warga Tunjukan Bukti Penyelesaian
Irau ke-12 dan HUT ke-27 Malinau Masuki Tahap Finalisasi, 190 UMKM Disiapkan
Dilaksanakan 9 Oktober, Debat Perdana Pilgub Akan Berlangsung di Tarakan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?