By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Inflasi Meningkat, Pemerintah diharapkan Lakukan Optimalisasi Anggaran
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahan

Inflasi Meningkat, Pemerintah diharapkan Lakukan Optimalisasi Anggaran

Redaksi
Last updated: 16 September 2022 00:14
Redaksi
Published: 16 September 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat situasi geopolitik global, bakal berdampak pada potensi peningkatan inflasi. Menekan inflasi tersebut, Bank Indonesia (BI) menyarankan pemerintah daerah (Pemda) melakukan operasi pasar.

“Dampak kenaikan BBM, sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin penting untuk melakukan tindakan preventif dalam rangka pengendalian inflasi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Provinsi Kaltara Tedy Arief Budiman belum lama ini.

Sehubungan dengan itu, dijelaskan Tedy sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang tertuang pada Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 500/4825/SJ tanggal 19 Agustus 2022 tentang Penggunaan Belanja Tak Terduga dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah,

- Advertisement -
Ad imageAd image

Adapun lanjutnya, diharapkan pemerintah daerah dapat melakukan optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk operasi pasar maupun menjaga ketersediaan. pasokan pangan di Kaltara.

Selanjutnya, dikatakan Tedy optimalisasi distribusi pangan strategis melalui Subsidi Ongkos Angkut (SOA) bagi daerah-daerah dan komoditas strategis yang membutuhkan dukungan distribusi untuk terus didorong.

“Di sisi lain, kerjasama antar daerah baik antar Kabupaten dan Kota maupun Provinsi, sangat penting dalam kerangka memperlancar sirkulasi daerah surplus dan daerah defisit untuk diperkuat,” ujar Tedy.

Sebagai upaya menekan inflasi, ditambahkan Tedy KPWBI Kaltara bersama dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya dalam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), senantiasa memantau sumber-sumber tekanan Inflasi didaerah secara berkala melalui data makro dan mikro.

“Selain itu sigap bersinergi dan bekerjasama melakukan tindakan mitigasi dan preventif dalam kerangka 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, serta Komunikasi yang Efektif) untuk menjaga inflasi di Kaltara tetap rendah dan stabil,” tutup Tedy.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Gubernur Serukan Aksi Penghentian Penggunaan Plastik
Masih Diteliti, Identifikasi Temuan Dugaan Uang Palsu Membutuhkan Waktu 14 Hari
Gubernur Sambangi Siswa Asal Indonesia di Tawau
Hadiri Raker Lembaga Adat Dayak Punan, Bupati Malinau Tekankan Pelestarian Budaya dan Peningkatan SDM
Kunjungi Nunukan, Mensos Risma Serap Aspirasi Anak PMI
Share This Article
Facebook Email Print
38 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?