By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Kota Tarakan Miliki Koleksi 45 Naskah Kuno
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraTarakan

Kota Tarakan Miliki Koleksi 45 Naskah Kuno

Redaksi
Last updated: 6 Desember 2022 22:26
Redaksi
Published: 6 Desember 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Selain menyimpan keanekaragaman sejarah perang Dunia Kedua dan perminyakan, Pulau Tarakan juga memiliki kekayaan sejarah budaya dan agama. Hal itu dapat terbukti dengan diidentifikasikannya 45 naskah kuno oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan.

Saat dikonfirmasi, Seksi Pembinaan Perpustakaan dan Pelestarian Koleksi Daerah di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan, Darmawati menerangkan, di tahun 2021 terdapat 30 naskah kuno berhasil diidentifikasi.Sedangkan pada tahun 2022 baru 15 naskah kuno.

“Naskah kuno itu adalah manuskrip, jadi dia boleh ditulis di patung, batu, kertas, atau apa saja tetapi yang saat ini kita temukan adalah yang tertulis di kertas. Yang kita temukan ini terbagi tiga kategori, yaitu tentang pengeboran minyak di Tarakan, pendidikan dan silsilah keluarga,”ungkapnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dikatakannya, bahwa pihaknya bertugas mengalihkan media naskah kuno yang ditemukan, sehingga bisa dengan mudah diterima masyarakat. Misalnya melalui videografi, photografi, cerita pendek (cerpen), puisi, dan lain sebagainya.

“Tahun lalu kami sempat mengadakan lomba vlog dengan materi naskah kuno, atau melalui pembuatan buku. Kami upayakan digitalisasi, istilahnya. Dari naskah kuno ini, bisa menjadi buku, cerpen, puisi, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, naskah kuno yang teridentifikasi ini biasanya didokumentasikan, tidak diambil aslinya untuk diarsipkan. Misalnya ada salah satu keluarga kerajaan, memiliki naskah kuno, hanya dilakukan dokumentasi untuk diperkenalkan ke masyarakat.

“Dari 45 naskah kuno yang berhasil teridentifikasi ini, sebagian besar tentang sejarah perang, perminyakan, dan pendidikan. Sedangkan yang berkaitan dengan budaya, sebagian besar memiliki sensifitas yang tinggi, sehingga pihak keluarga tidak mau membuka. Kondisi ini membuat pemerintah daerah kesulitan melakukan identifikasi di lapangan,”tuturnya.

Cegah Tindak Korupsi, PDAM Teken MuO Bersama BPKP
Maulid Akbar Warga RT 29 dan RT 30 Sebengkok, Perkuat Silaturahmi dan Kekompakan
Bantuan Oksigen Portable Segera Didistribusi
KKST Kaltara Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pengurus KKBM Kaltara dan Tarakan
Realisasi APBN Hingga Akhir 2023 Capai 85,93 persen
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?