By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Bupati Wempi Buka Workshop Evaluasi Keuangan Desa, Dorong Tata Kelola Transparan dan Akuntabel
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
MalinauPemerintahan

Bupati Wempi Buka Workshop Evaluasi Keuangan Desa, Dorong Tata Kelola Transparan dan Akuntabel

Redaksi
Last updated: 21 Oktober 2026 22:49
Redaksi
Published: 21 Oktober 2026
Share
SHARE

MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., membuka secara resmi Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Kabupaten Malinau Tahun 2026 di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat”. Workshop ini diikuti para camat dan kepala desa se-Kabupaten Malinau.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam sambutannya, Wempi menyoroti kondisi geografis Kabupaten Malinau yang menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. Sejumlah desa hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai dan udara sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur, konektivitas, serta pelayanan publik yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Kabupaten Malinau memiliki 109 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Kondisi tersebut, menurut Wempi, membutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan pemerintah desa agar pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara merata, termasuk di wilayah terpencil dan perbatasan.

Ia berharap workshop tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.

Pengelolaan keuangan desa yang baik dinilai penting untuk memastikan anggaran digunakan sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung pelaksanaan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Melalui kegiatan ini, pemerintah desa diharapkan semakin memahami prinsip tata kelola keuangan yang baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran. Dengan demikian, penggunaan dana desa dapat dioptimalkan untuk pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Malinau berharap evaluasi dan peningkatan kapasitas aparatur desa dapat mendorong terwujudnya desa yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Malinau.(****)

 

Bulan Depan, Gubernur Pastikan Presiden Kembali Kunjungi Kaltara
Pemprov Tegaskan Komitmen Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK
Surat Antigen Palsu Beredar, Begini Cara membedakannya
Sampaikan Rencana Pembangunan Pelabuhan Salangketo
Gubernur Tindaklanjuti Lawatan ke Istana Merdeka
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?