NUNUKAN – Menghadapi maraknya modus kejahatan siber berupa penyebaran hoaks dan akun tiruan (impersonate), Kerukunan Masyarakat Bone (KMB) Kabupaten Nunukan merapatkan barisan bersama Satbrimob Polda Kalimantan Utara guna menjaga kondusifitas wilayah perbatasan.

Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gesekan sosial yang dipicu oleh manipulasi informasi digital serta aksi pencatutan nama tokoh masyarakat oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Ketua Kerukunan Masyarakat Bone Kabupaten Nunukan, H. Musliadi, mengimbau seluruh elemen warga untuk senantiasa mengedepankan kearifan dan ketelitian saat menerima informasi di media sosial.
“Keluarga besar KMB di Nunukan harus menjadi pelopor persatuan. Jangan mudah percaya pada unggahan atau narasi dari akun palsu yang mengisukan hal-hal provokatif. Jika ada informasi yang meragukan, utamakan konfirmasi dan saring sebelum membagikannya,” imbau H. Musliadi.
Sementara itu, Kasi Intel Satbrimob Polda Kaltara, IPDA Sapparudin, menegaskan bahwa kepolisian terus mengoptimalkan pemantauan ruang siber guna mengantisipasi ancaman propaganda digital yang menyasar masyarakat perbatasan.
“Sinergi bersama pak H. Musliadi dan jajaran KMB Nunukan merupakan langkah strategis dalam membentengi warga dari bahaya disinformasi. Propaganda melalui akun impersonate adalah ancaman nyata bagi stabilitas Kamtibmas. Kami mengajak masyarakat untuk tidak segan melapor apabila menemukan indikasi kejahatan siber di lingkungan masing-masing,” ujar IPDA Sapparudin.
Komitmen bersama antara KMB Nunukan dan Satbrimob Polda Kaltara ini diharapkan dapat memperkuat literasi digital warga, sehingga Kabupaten Nunukan tetap kondusif, aman, dan berdaya tahan menghadapi berbagai tantangan siber di wilayah perbatasan. (****)




