By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Dr. Ernes Silvanus : Bukan Sekadar Pesta Budaya, Irau Malinau Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp7,8 Miliar
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraMalinau

Dr. Ernes Silvanus : Bukan Sekadar Pesta Budaya, Irau Malinau Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp7,8 Miliar

Redaksi
Last updated: 26 Oktober 2026 15:58
Redaksi
Published: 26 Oktober 2026
Share
SHARE

MALINAU – Pelaksanaan Irau ke-12 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan survei sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Politeknik Malinau, perputaran ekonomi selama perhelatan budaya tersebut meningkat 6,58 persen dibandingkan hari biasa.

Hingga 24 Oktober 2026, perputaran uang yang berkaitan dengan pelaksanaan Irau tercatat mencapai Rp7,8 miliar. Angka tersebut belum mencakup aktivitas ekonomi selama dua hari terakhir sebelum rangkaian kegiatan resmi berakhir pada 26 Oktober 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa ke-I Masa Sidang III dalam rangka Irau ke-12 dan HUT ke-27 Kabupaten Malinau, Senin (26/10/2026).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Survei yang dilaksanakan pada 13–24 Oktober 2026 itu juga mencatat estimasi jumlah pengunjung Irau ke-12 mencapai 30.488 orang. Tingginya kunjungan tersebut menunjukkan besarnya aktivitas masyarakat selama perhelatan berlangsung sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal.

Ernes mengatakan, hasil survei sementara tersebut menjadi indikator bahwa Irau tidak hanya berfungsi sebagai perayaan budaya dan hari jadi daerah, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Peningkatan perputaran ekonomi ini tentu menjadi hal yang positif. Kita ingin Irau tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ernes.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Irau dapat dirasakan secara lebih luas. Aktivitas perdagangan, kuliner, penjualan produk lokal, serta berbagai usaha masyarakat diharapkan memperoleh manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung.

“Yang kita harapkan adalah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Pelaku UMKM, pedagang kecil, dan pengusaha lokal harus memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kegiatan seperti Irau ini,” ujarnya.

Meski demikian, Ernes menegaskan bahwa angka perputaran uang sebesar Rp7,8 miliar masih merupakan data sementara. Pemkab Malinau masih menunggu hasil pendataan akhir setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai untuk mengetahui besaran dampak ekonomi secara keseluruhan.

“Angka yang ada saat ini masih merupakan hasil sementara. Kita tunggu sampai seluruh rangkaian Irau selesai agar hasil akhirnya bisa memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dampak ekonomi yang ditimbulkan,” tegasnya.

Ernes menambahkan, evaluasi berbasis data diperlukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Irau pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan jumlah pengunjung, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Ke depan, kita harus terus melakukan evaluasi. Kita ingin kegiatan budaya dan pariwisata di Malinau semakin berkualitas, mampu menarik kunjungan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Pemkab Malinau diharapkan dapat memanfaatkan hasil evaluasi tersebut sebagai dasar untuk memperkuat keterlibatan UMKM, pedagang kecil, dan pelaku usaha lokal sehingga Irau tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian daerah. (****)

Incar Tokoh Masyarakat Bergabung, PKS Targetkan 6 Kursi Pada Pemilu
Lembaga Budaya Melayu Kalimantan Tampilkan 5 Kendaraan Hias di Festival Iraw Tengkayu XV, Angkat Tradisi Perkawinan Adat Tidung
Diduga Karena Percikan Api, Sebuah Speed Boat Terbakar
Tarif Parkir dan Fasilitas Pelabuhan Malundung Dikeluhkan Warga, Ini Jawaban Pelindo
Pemprov Kaltara Perkuat Transformasi Digital, Rakor Pemerintah Digital 2026 Digelar di Tarakan
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?