By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Ekspor Terbesar Kaltara Berasal dari Sektor Tambang
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahan

Ekspor Terbesar Kaltara Berasal dari Sektor Tambang

Redaksi
Last updated: 11 Oktober 2021 19:24
Redaksi
Published: 11 Oktober 2021
Share
SHARE

TANJUNG SELOR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (KISP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) H. Iskandar,S.IP.,M.Si kembali menyampaikan rilis data statistik yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara.

Kepala Bidang Statistik Jufri,S.Hut dan beberapa orang staf. Seperti biasa rilis yang di publis kali ini mengenai indeks harga konsumen, nilai tukar petani (NTP), ekspor impor dan rilis wisman serta transportasi.

Iskandar melalui kepada bidang statistik Jufri mengatakan, berdasarkan data rilis BPS Kaltara pada bulan September 2021, secara keseluruhan Kaltara masih dalam kondisi deflasi sebesar -0,03 persen, berbeda dengan Kota Tanjung Selor justru inflasi sebesar 0,39 persen, berada pada urutan ke lima inflasi 90 kota di Indonesia dan urutan kedua inflasi kota di pulau Kalimantan berdasarkan pantauan indeks harga konsumen.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dikatakan, deflasi yang terjadi ternyata sudah berlangsung dalam tiga bulan terakhir, namun sekalipun masih deflasi, kondisinya tidak setinggi bulan sebelumnya dimana tingkat deflasi mencapai -0,37 persen, sementara dibulan Juli 2021 deflasi sebesar -0,15.

“Jika bulan Agustus 2021 deflasi yang terjadi sebagai akibat dari turunya moda transportasi sebesar -1,53 persen, kali ini yang membuat deflasi adalah turunnya salah satu kelompok pengeluaran yakni dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,09 persen”, ungkapnya.

Jufri menjelaskan, andil deflasi yang paling dominan ada pada komoditas cabai rawit sebesar -0,18 persen, daging ayam ras sebesar -0,05 persen, bawang merah sebesar -0,03 persen cabai merah sebesar -0,02 persen dan angkutan udara sebesar -0,02 persen.

Mengenai Nilai Tukar Petani (NTP) lanjutnya, tercatat bahwa pada bulan September 2021 NTP Kaltara Kembali mengalami kenaikkan sebesar 106,71 poin dari bulan Agustus 2021 sebesar 106,17 poin atau mengalami kenaikkan sebesar 0,50 persen.

Peningkatan penghasilan para petani lebih disebabkan Indeks harga yang di terima petani (lt) lebih tinggi 112, 49 poin atau 0,59 persen dari pada indeks harga yang di bayar petani sebesar 105,42 poin, atau sebesar 0,09 persen saja.

Selanjutnya BPS juga merilis tentang perkembangan ekspor dan impor di Kaltara, dimana total ekspor terbesar Kaltara berasal dari sektor tambang sebesar 82,07 persen, kemudian hasil industri sebesar 15,74 persen dan hasil pertanian sebesar 2,19 persen. Ekspor di bulan Agustus 2021 mengalami peningkatan sebesar 36,68 persen dari bulan Juli 2021. Pada bulan Juli total ekspor Kaltara sebesar US$ 100,64 Juta sementara Agustus 2021 lebih tinggi sebesar US$ 137,55 Juta.
Impor Kaltara juga meningkat jelasnya, bahwa bulan Juli 2021 impor Kaltara sebesar US$ 11,53 Juta kemudian bulan Agustus 2021 sebesar US$ 13,27 Juta atau terjadi perubahan sebesar 15,12 persen. Sementara neraca perdagangan Kaltara pada bulan Agustus 2021 surplus sebesar US$ 123,28 Juta.
Rilis BPS Kaltara lainnya adalah tentang wisatawan mancanegara (wisman), tercatat bahwa kunjungan wisman masuk melalui Pos Lintas Batas Negara di Long Bawan Nunukan sebanyak 27.790 kunjungan lebih sedikit dari bulan Juli 2021 sebanyak 30.461 kunjungan.
Mengenai arus transportasi laut ungkapnya, penumpang yang datang ke Kaltara tercatat 6.623 penumpang sementara penumpang yang berangkat tercatat 6.432 penumpang. Berbeda dengan arus penumpang melalui bandara yang datang tercatat 7.322 penumpang, dan yang berangkat tercatat 4.855 penumpang, pungkasnya. (els/bid.statistik)

Terus Berlanjut, Tenant THM Plaza Siapkan Gugatan Baru Kepada Pemkot Tarakan
WARGA PASUNDAN BERSATU MENANGKAN SULTON DI PILGUB KALTARA
Jelang Nataru, Posko Pengendalian Pelabuhan dibuka Mulai Besok
Gubernur Paparkan Potensi Investasi di Kaltara
Masalah Insentif Guru, Saling Menyalahkan Bukan Solusi..!!!
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?