By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Harga Cabai Meroket, Disperindagkop Berdalih Kenaikan Persoalan Nasional
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraTarakan

Harga Cabai Meroket, Disperindagkop Berdalih Kenaikan Persoalan Nasional

Redaksi
Last updated: 22 Juni 2022 22:00
Redaksi
Published: 22 Juni 2022
Share
SHARE

TARAKAN – Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Pasalnya, kenaikan harga cabai tersebut melonjak secara signifikan. Terpantau, harga cabai di Pasar Gusher dan beberapa penjual cabai di pinggir jalan berada di kisaran Rp 120.000 – Rp 140.000/kg.

Saat dikonfirmasi, Kasi Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Tarakan, Hari Wijaya Putra membenarkan hal tersebut, Dijelaskannya, kenaikan harga cabai merupakan permasalahan nasional, dan bukan saja dialami masyarakat Tarakan.

“Kenaikan terjadi karena di wilayah penghasil cabai seperti Jawa, para petani mengalami gagal panen. Di wilayah produksi cabai adanya serangan patek. Selain itu, cuaca buruk juga menghambat waktu panen,” jelasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kendati demikian, Hari mengungkap harga cabai di Kota Tarakan sudah mengalami penurunan 10 persen dibanding minggu lalu. Sehingga ia berharap kedepannya harga cabai terus menurun hingga mencapai harga normal.

“Kita ambil contoh cabe merah besar. Tangan 17 Juni kemaren Rp 80.000 sekarang Rp 70.000. Sedangkan cabai rawit minggu kemaren Rp 130.000 dan Senin ini sudah turun Rp 120.000. Kayaknya stok cabai sudah membaik,” katanya.

Hari menyebut stok cabai di Kota Tarakan dipasok oleh Jawa dan Sulawesi. “Kalau mengandalkan stok dari Tarakan masih minim dan terbatas jenisnya. Tarakan masih mengambil stok cabai mencapai 50-60 persen dari luar karena kita kan bukan daerah pemasok,” pungkasnya.

Diresmikan, TCC Akan Pantau Arus Lalu Lintas 24 Jam
Festival Olahraga Tradisional Beri Dampak Perekonomian di Krayan
Ketua DPRD Kaltara Hadiri Peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Pemprov Upayakan Emisi Karbon melalui Skema REDD+
Baru Dibuka, Pasar Ramadhan Dibanjiri Pengunjung
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?