MALINAU – Wakil Ketua I DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya IRAU ke-12 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, tahun 2026. Menurutnya, festival tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan keberagaman budaya dan tradisi masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Herman usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa ke-I Masa Sidang III dalam rangka peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan IRAU ke-12, Senin (26/10/2026).
“Atas nama pimpinan DPRD Kota Tarakan, saya mengucapkan selamat ulang tahun Kabupaten Malinau ke-27 dan IRAU Malinau ke-12,” kata Herman.
Ia mengungkapkan, kunjungannya ke Kabupaten Malinau kali ini merupakan yang kedua. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menyaksikan secara langsung kekayaan budaya yang ditampilkan melalui rangkaian Festival IRAU.
“Tentu kami mengapresiasi. Ini yang kedua kalinya saya hadir di Malinau. Lagi-lagi kami mengapresiasi luar biasa, terutama dalam melestarikan budaya,” ujarnya.
Herman menilai, keberagaman suku, adat istiadat, dan tradisi yang dimiliki masyarakat Malinau menjadikan daerah tersebut sebagai gambaran kecil Indonesia. Menurutnya, perhatian terhadap pelestarian budaya penting untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
“Malinau ini seperti Indonesia mini. Tentu sangat luar biasa perhatian pemerintah Malinau terhadap kebudayaan-kebudayaan yang ada di daerah ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, Festival IRAU bukan sekadar agenda perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang etnis untuk menampilkan identitas, kesenian, serta tradisi masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, keberagaman budaya dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan.
Herman juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Keterlibatan generasi muda dinilai penting agar tradisi dan nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga serta dapat diwariskan secara berkelanjutan.
Ia berharap, penyelenggaraan Festival IRAU dapat terus menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Malinau sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. (****)




