TARAKAN – Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Pengurus Cabang Kota Tarakan resmi melantik kepengurusan periode 2026–2031. Pelantikan yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi Mewujudkan Perempuan Sulawesi Selatan yang Berdaya dan Berbudaya di Bumi Paguntaka” tersebut berlangsung di Gedung Wanita Kota Tarakan, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan peran perempuan, serta membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Ketua Panitia Pelaksana, Ns. Hj. Hadriana Nyompa, mengatakan pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Cabang IWSS Kota Tarakan yang telah dilaksanakan pada 5 September 2026.
Menurutnya, tema yang diangkat memiliki keterkaitan dengan peringatan HUT ke-49 IWSS secara nasional pada 6 Oktober 2026, yang mengusung semangat perempuan berbudaya dan Indonesia berdaya.
Ia menjelaskan, kepengurusan periode ini juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara pengurus cabang dan empat ranting IWSS yang tersebar di wilayah Kota Tarakan.
Sebagai bentuk keterlibatan ranting dalam kepengurusan cabang, masing-masing ketua ranting diberikan tanggung jawab sebagai ketua bidang, yakni bidang organisasi, bencana, dakwah, dan UMKM.
“Harapannya, melalui pelantikan ini kami semakin siap bekerja, membantu pemerintah, serta menyukseskan program-program pembangunan, khususnya di Kota Tarakan. Kami juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan masyarakat Tarakan pada umumnya,” ungkap Hadriana.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang IWSS Kota Tarakan periode 2026–2031, Hj. Wahida Siratant A. Tenrisau, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan tersebut.
Ia mengatakan, kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah program yang berorientasi pada kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu program awal yang direncanakan adalah kegiatan Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Selain itu, penguatan organisasi juga menjadi perhatian melalui peningkatan koordinasi, administrasi, serta kolaborasi antarpengurus dan ranting.
Wahida berharap seluruh pengurus dapat menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing dan memberikan dukungan penuh terhadap program kerja organisasi.
Ia juga mengajak seluruh perempuan asal Sulawesi Selatan yang berada di Kota Tarakan, baik dari suku Bugis, Makassar, Toraja maupun daerah lainnya, untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan.
Menurutnya, IWSS memiliki potensi besar melalui keberadaan berbagai organisasi pilar dari kabupaten dan daerah asal di Sulawesi Selatan yang selama ini menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat perantauan.
“Marilah kita bergandengan tangan, menjaga persaudaraan dan bersatu untuk membesarkan IWSS Kota Tarakan. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kami berharap seluruh program kerja dapat terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kepengurusan periode 2026–2031, IWSS Kota Tarakan diharapkan semakin berperan dalam pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, kegiatan sosial, serta pelestarian nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan di Bumi Paguntaka. (****)




