By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Lebih dari 25 Ribu Peserta Meriahkan Pawai Budaya HUT ke-27 dan Irau ke-12 Malinau
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraMalinau

Lebih dari 25 Ribu Peserta Meriahkan Pawai Budaya HUT ke-27 dan Irau ke-12 Malinau

Redaksi
Last updated: 24 Oktober 2026 16:23
Redaksi
Published: 24 Oktober 2026
Share
SHARE

MALINAU – Lebih dari 25 ribu peserta memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 Tahun 2026, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus menampilkan kekayaan budaya, adat istiadat, dan keberagaman etnis yang hidup di Bumi Intimung.

Pawai budaya tersebut dimulai dari Stadion Utama Kabupaten Malinau dan berakhir di kawasan Padan Liu Burung, dengan jarak tempuh sekitar 1,5 kilometer. Ribuan peserta tampil mengenakan pakaian adat dan menampilkan identitas budaya masing-masing, disambut antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA sederajat, sekolah luar biasa (SLB), hingga perwakilan lembaga adat dan paguyuban dari berbagai suku dan etnis di Kabupaten Malinau.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Wempi, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan, persatuan, dan kecintaan terhadap Kabupaten Malinau. Pawai budaya juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya yang tumbuh dan berkembang di daerah tersebut.

“Budaya adalah kita, kita adalah budaya. Mari kita terus menjaga budaya, memperkuat persatuan, dan bersama-sama mewujudkan pembangunan Malinau yang semakin baik dan maju,” ujar Wempi.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam pawai budaya dapat terus dipelihara, sehingga keberagaman tidak menjadi pembatas, melainkan kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.

Panitia Catat Sekitar 25 Ribu Peserta

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang melampaui perkiraan awal panitia. Jika sebelumnya kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 20 ribu orang, jumlah peserta yang mendaftar dilaporkan mencapai sekitar 25 ribu orang.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan berbagai suku dan etnis, lembaga adat, paguyuban, serta pelajar. Kehadiran mereka memperlihatkan keberagaman masyarakat Malinau yang hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.

Pawai budaya juga menjadi kegiatan yang dinantikan masyarakat, mengingat pelaksanaannya kembali menghadirkan kemeriahan yang melibatkan banyak unsur masyarakat.

Peserta Berharap Pawai Budaya Berlanjut

Salah satu peserta dari Lembaga Adat Dayak Kenyah, Elin Robinson, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam pawai budaya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan adat dan budaya kepada masyarakat luas.

Ia berharap pelaksanaan Irau berikutnya dapat berlangsung lebih meriah dengan menampilkan lebih banyak keberagaman budaya, adat istiadat, suku, dan etnis.

Senada dengan itu, Nurjanah, peserta dari Paguyuban Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pawai budaya yang dinilainya mampu merangkul berbagai kelompok masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah dapat terus menyelenggarakan kegiatan serupa agar lembaga adat dan paguyuban semakin termotivasi untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya daerah.

Menurutnya, keterlibatan berbagai suku dan etnis dalam satu kegiatan menjadi bukti bahwa keberagaman dapat dirawat melalui kebersamaan dan ruang partisipasi yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

Melalui Pawai Budaya HUT ke-27 dan Irau ke-12 Tahun 2026, Kabupaten Malinau kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kekayaan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat sebagai modal penting dalam membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing. (****)

Adat dan Pembangunan Harus Sejalan, Rapimwil TBBR Kaltara Jadi Momentum Penguatan Persatuan Dayak
Politani Tarakan Bentuk Wadah Alumni, Siap Sinergi untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan Daerah
Game Online dan Algoritma Medsos Jadi Jalur Baru Penyebaran Radikalisme di Kalangan Anak
Rakorda Pendaftaran Penduduk, Bersama Rumuskan Isu Strategis Adminduk di Kaltara
Panitia MUSYPIMWIL Perdana Muhammadiyah Kaltara Nyatakan 99% Siap dilaksanakan
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?