NUNUKAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pasukan Merah Tariu Bornean Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kondusivitas, keutuhan, dan kedamaian di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC TBBR Pulau Nunukan, Mangku Basri Ajung, pasca-kegiatan silaturahmi yang dilakukan oleh Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara. Langkah proaktif aparat keamanan ini digelar guna menyikapi dinamika yang sempat mencuat di Kabupaten Nunukan beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Mangku Basri menyampaikan bahwa TBBR sebagai organisasi adat Dayak tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi dan pengawalan hak-hak masyarakat adat, tetapi juga berdiri paling depan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
”Demi NKRI, TBBR Nunukan siap jadi benteng negara. Kami tidak akan biarkan oknum-oknum tak bertanggung jawab memecah belah persatuan di tanah perbatasan ini melalui provokasi SARA atau kejahatan siber,” tegas Mangku Basri.
Adapun silaturahmi ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dua arah antara aparat kepolisian dan tokoh-tokoh adat lokal. Sinergi ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi GKIT (gangguan kamtibmas intensitas tinggi) pasca-maraknya unggahan provokatif di media sosial yang sempat memicu ketegangan antara masyarakat di Nunukan.
Mangku Basri mengimbau seluruh anggota TBBR serta masyarakat luas agar tetap tenang, bijak menyikapi informasi digital, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dirancang untuk membenturkan antar-kelompok warga. (****)




