By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Minim Peminat, Akui Sosialisasi Program Magister Belum Maksimal
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
PendidikanTarakan

Minim Peminat, Akui Sosialisasi Program Magister Belum Maksimal

Redaksi
Last updated: 27 Februari 2022 22:37
Redaksi
Published: 27 Februari 2022
Share
SHARE

Akui Kurang Sosialisasi, Magister Pertanian UBT Masih Sepi Peminat

TARAKAN – Sejak dibukanya program studi magister Pertanian Universitas Borneo Tarakan (UBT) masih sepi peminta. Sehingga tercatat mahasiswa program magister Pertanian sedikitnya hanya 10 orang.

Saat diwawancara, Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof Adri Patton M.Si
Menerangkan, saat ini Kaltara sangat membutuhkan Master Pertanian karena Kaltara merupakan wilayah agraria yang memiliki lahan pertanian cukup luas. Oleh karena itu diperlukan lulusan pertanian yang cukup di Kaltara.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Sebenarnya kita bisa menjadi penghasil oangan terbaik kalau semakin banyak sarjana-sarjana pertanian bisa memanfaatkan potensi yang ada. Kita punya lahan ini agar bisa menjadi hasil pangan dan kita mempunyai kedaulatan pangan,” tuturnya, (23/02/2022).

Karena menurutnya pangan merupakan pondasi kekuatan negara agar tidak bergantung pada negara lain.

“Setiap kali pemilihan gubernur dan bupati selalu punya visi bagaimana kedaulatan pangan, meningkatkan pangan dan sebagainya, meningkatkan SDM dan sebagainya, bagaimana memenuhi kebutuhan misalnya beras, sayur mayur, tapi kenyataannya kita masih ada mendatangkan dari luar. Artinya itu proses manajemen pengelolaan pertanian ini masih perlu ditingkatkan,”jelasnya.

Ia mengatakan, sebelum membuka program Magister Pertanian, UBT telah membuka program studi Magister Hukum, dan dalam waktu tidak lama lagi, UBT kembali membuka program studi baru yakni Magister Manajemen.

“Saat ini kami sudah membuka 2 bidang studi. Selanjutnya kami menunggu paling satu dua bulan kita akan keluar lagi Magister Manajemen,” tukasnya.

TARAKAN HIBOT MENUJU KOTA BERKEMAJUAN Oleh: Muhammad, S.Kom., M.Kom. Dosen STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, Tarakan Mahasiswa S3 Informatika UAD, Yogyakarta
Sat Samapta Polres Tarakan Dirikan Tenda Darurat Pasca Gempa di RSUD Jusuf SK
RSUD Jadwalkan Vaksinasi Boster Selasa Minggu Ini
Selamatkan Laut, PSDKP Ajak Masyarakat Lakukan Dari Hal Terkecil
Duduk Santai di Panggir Jalan, Seorang Pria Ditangkap Polisi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?