TARAKAN, KALTARA – Pengurus Pimpinan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kota Tarakan resmi dilantik dalam rangkaian acara pelantikan dan halal bihalal yang digelar di Ruang Pertemuan Malabar Cafe, Tarakan, Ahad (17/5/2026).

Acara tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya organisasi yang mewadahi para imam masjid di Kota Tarakan. Ia juga memuji kekompakan dan semangat persaudaraan para imam yang selama ini terus hadir melayani umat, baik dalam suka maupun duka.

“Para imam masjid memiliki peran penting dalam menjaga persatuan umat dan kehidupan keagamaan di masyarakat. Kekompakan ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah yang harmonis,” ujar Gubernur.
Ketua Pengurus Wilayah (PW) IPIM Kalimantan Utara, H. Basmar, S.Ag., M.M, mengatakan pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan organisasi imam masjid di Kaltara. Menurutnya, IPIM hadir sebagai wadah resmi yang menyatukan para imam dari berbagai latar belakang masjid dan organisasi keagamaan.
Ia menjelaskan, sebelumnya para imam di Tarakan telah tergabung dalam Forum Imam Masjid. Kini, forum tersebut telah bertransformasi menjadi bagian dari organisasi nasional IPIM yang memiliki struktur kepengurusan dari pusat hingga daerah.
“Alhamdulillah, hari ini Pimpinan Daerah IPIM Kota Tarakan resmi dilantik. Ini menjadi langkah awal untuk memperkuat persaudaraan para imam di daerah. Ke depan, kami menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Utara,” kata Basmar.
Ia menyebut jumlah imam masjid di Kalimantan Utara diperkirakan mencapai ratusan orang dan diharapkan seluruhnya dapat bergabung dalam organisasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan ulama, khususnya para imam masjid, akan menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.
Sementara itu, Ketua Terpilih IPIM Kota Tarakan, Ustadz Syamsul Bahri, mengatakan IPIM merupakan organisasi profesi sekaligus wadah persaudaraan bagi para imam masjid di seluruh Indonesia.
Menurutnya, organisasi ini lahir dari semangat kebersamaan para imam di Tarakan yang sebelumnya tergabung dalam Forum Imam Masjid, kemudian berkembang menjadi bagian dari IPIM tingkat nasional.
“IPIM ini menjadi rumah besar bagi seluruh imam masjid di Kota Tarakan tanpa memandang latar belakang organisasi. Tidak ada lagi sekat antara imam dari NU, Muhammadiyah, Wahdah, Hidayatullah, LDII maupun lainnya. Yang ada adalah persaudaraan sesama imam untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini tercatat sebanyak 232 masjid di Kota Tarakan yang berpotensi menjadi bagian dari IPIM, termasuk masjid di lingkungan instansi pemerintah, TNI-Polri, pondok pesantren, hingga masjid umum di tengah masyarakat.
Syamsul berharap seluruh masjid di Tarakan dapat mendaftarkan imam-imamnya agar IPIM benar-benar menjadi wadah representatif bagi seluruh imam di daerah tersebut.
“Tujuan utama organisasi ini adalah mempererat silaturahmi, membangun kepedulian, serta memperkuat kekompakan para imam dalam membimbing umat,” pungkasnya.(****)




