Pembekalan Yudisium STMIK PPKIA Tarakan, Hadirkan dua Tokoh Inspiratif

Redaksi

TARAKAN, KALTARA – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan menggelar kegiatan Pembekalan Peserta Yudisium Program Sarjana Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (28/2/2026).

Muhammad, S.Kom., M.Kom.
Dosen STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati

Dalam kegiatan tersebut, kampus menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif, di antaranya Ketua Dekranasda Kota Tarakan, Siti Rujiah, serta Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Utara, Ade Kurniawan.

Dosen STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, Muhammad, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kehadiran para pemateri bertujuan memberikan motivasi, wawasan, serta gambaran nyata dunia usaha dan kepemimpinan kepada para calon alumni.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, Siti Rujiah merupakan sosok perempuan inspiratif di Kota Tarakan. Selain sukses sebagai ibu yang mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya hingga berhasil, ia juga dinilai berhasil mendampingi Wali Kota Tarakan, Khairul, selama dua periode kepemimpinan.

“Ibu Siti Rujiah bukan sekadar tokoh, tetapi figur penuh inspirasi dan inovasi. Dalam waktu dua jam, beliau telah membagikan pengalaman berharga yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jaringan luas yang dimiliki Siti Rujiah membuka peluang pendampingan bagi mahasiswa, khususnya dalam pengembangan usaha di bidang UMKM setelah lulus nanti.

Sementara itu, kehadiran Ade Kurniawan sebagai Ketua HIPMI Kaltara dinilai strategis karena pengalaman dan jejaring bisnis yang dimilikinya. Muhammad menjelaskan, Ade memulai usahanya dari skala UMKM hingga berkembang ke tingkat nasional bahkan memiliki jaringan internasional.

“Beliau berbagi pengalaman suka duka membangun usaha, mulai dari kecil hingga mampu memiliki lebih dari seribu karyawan. Ini menjadi motivasi besar bagi mahasiswa,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ade juga membuka peluang bagi alumni yang ingin melanjutkan studi ke Jepang dan China melalui jaringan yang dimilikinya, termasuk kemungkinan fasilitasi beasiswa terkait Indikator Kinerja Utama (IKU).

Dalam pemaparannya, Ade turut menyinggung tantangan globalisasi di dunia usaha dan industri, serta peluang bisnis yang terbuka di Kalimantan Utara maupun tingkat nasional. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi para lulusan untuk mengambil peran sesuai kompetensi masing-masing.

Muhammad menegaskan bahwa momentum yudisium sejatinya merupakan awal perjalanan menuju gerbang kesuksesan. Keberhasilan alumni ke depan sangat bergantung pada kemampuan mereka menyerap ilmu, pengalaman, serta membangun visi dan misi yang jelas.

“Yudisium ini adalah titik start. Alumni STMIK PPKIA harus memiliki visi dan misi yang jelas agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerah,” pungkasnya.

Kegiatan pembekalan ini menjadi langkah awal bagi para calon sarjana STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati untuk memasuki dunia kerja maupun dunia usaha dengan bekal motivasi, jejaring, dan semangat kewirausahaan.(BNJ)

Share This Article