TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Tahun 2026 yang resmi dibuka di Tarakan, Rabu (30/9/2026).

Pelatihan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is., dan diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja melalui UPTD LLK Tarakan.
Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam tiga kelas, yakni pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian dewasa wanita, serta computer operator assistant. Salah satu peserta merupakan penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut didanai melalui anggaran biaya tambahan Kementerian Ketenagakerjaan melalui DIPA BPVP Samarinda. Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi pencari kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Wakil Wali Kota Tarakan menyebut tingginya jumlah pencari kerja masih menjadi salah satu tantangan ketenagakerjaan di daerah. Jumlah pencari kerja disebut mencapai sekitar 1.000 orang, sementara ketersediaan lapangan pekerjaan berada di kisaran 30 persen dari jumlah tersebut.
Karena itu, Ibnu Saud mendorong para peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan yang dapat diterapkan setelah pelatihan selesai.
Ia menekankan bahwa sertifikat keahlian dan sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta hendaknya tidak menjadi tujuan utama mengikuti pelatihan. Menurutnya, kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan merupakan bekal penting untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Yang paling penting adalah kompetensinya. Sertifikat itu merupakan bonus dari hasil yang kita peroleh setelah mengikuti pelatihan,” ujarnya.
Menurut Ibnu Saud, kompetensi yang memadai tidak hanya meningkatkan peluang seseorang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dapat mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen melanjutkan berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut diharapkan dapat membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan dunia usaha.(****)




