By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pemprov Harapkan Perhatian Pusat Soal Karbon Rate
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraPemerintahan

Pemprov Harapkan Perhatian Pusat Soal Karbon Rate

Redaksi
Last updated: 11 November 2021 20:02
Redaksi
Published: 11 November 2021
Share
SHARE

BULUNGAN – Kehadiran Presiden RI Joko Widodo pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Skotlandia beberapa waktu lalu, membahas soal perubahan iklim (COP26). Di mana rencananya pemerintah akan melakukan restorasi hutan agar bisa mencapai nol emisi.

Melihat itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berharap kedepannya pemerintah pusat dapat memberikan perhatian besar kepada Kaltara. Terlebih Provinsi Kaltara memiliki hutan yang sangat luas.

“Presiden Joko Widodo memberikan perhatiannya terhadap Kaltara terutama di sektor kehutanannya. Mudah-mudahan kedepan karbon rate kita punya nilai strategis dan ekonomis,” ungkap Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP, Senin 8 November 2021.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dia menerangkan, hutan Kaltara memiliki kontribusi besar terhadap paru-paru dunia namun tidak pernah ada dampaknya kepada Kaltara. Dia melihat beberapa daerah itu sudah menjual karbonnya, sedangkan Kaltara belum ada sama sekali.

“Mudah-mudahan ini bisa dirumuskan formulasi pendapatan daerah itu dari karbon rate. Selama ini tidak,” terangnya.

Yansen menyampaikan, saat menjabat Bupati Malinau, dia pernah membuat kebijakan dengan formulasi pendapatan daerah itu dari sektor kehutanan. Kini Pemprov Kaltara tengah merencanakan menjajaki sektor itu, pasalnya hutan Kaltara sangat luas.

“Termasuk perbatasan, kita punya hutan batas itu sekitar 2 ribu hektare lebih. Itukan berdampak pada kepentingan negara, harusnya ada kontribusi negara kepada Provinsi Kaltara,” ujarnya.

Diketahui hutan perbatasan juga dinilai tidak kecil, bahkan bisa menghasilkan uang triliun karena berada di beranda perbatasan negara. Selama ini hanya tersentral di pusat, di mana pemasukan semua masuk ke negara. Hasil baginya inilah yang diharapkan untuk pembangunan perbatasan.

Selama ini tidak diberikan perhatian, itulah yang sedang kita perjuangkan. Saya ingatkan masyarakat agar menjaga dan pelihara aset kita yang ada,” tutupnya.

PJU-TS Bakal Dipasang ke Pelosok Kaltara
Sekprov Ikuti PKN Tingkat I 2026, Perkuat Kepemimpinan Strategis
Semarak Hardiknas 2026, Gubernur Dorong Sportivitas dan Kebersamaan Tenaga Pendidik
Pemprov Upayakan Alih Fungsi Hutan Kaltara untuk Kemandirian Pangan dan Energi
Jufri Budiman Pastikan Transparansi Program Pemprov Kaltara, Lewat KUNDAPIL Bersama Masyarakat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?