By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Pengurus Masjid As-Sholihin Lapor Polisi, Dugaan Sebarkan Vidio Ujaran Kebencian
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Pengurus Masjid As-Sholihin Lapor Polisi, Dugaan Sebarkan Vidio Ujaran Kebencian

Redaksi
Last updated: 21 April 2025 23:48
Redaksi
Published: 21 April 2025
Share
SHARE

TARAKAN – Pengurus Masjid As-Sholihin di jalan Aki Pingka RT. 08, Kelurahan Karang Harapan melaporkan salah satu akun media sosial (medsos) atas nama NH.

Diduga, akun medsos tersebut melakukan menyebarkan video dengan narasi profokatif, berita bohong hoax dan pencemaran nama baik.

“Sudah kami laporkan akun medsoanya ke Polres Tarakan,” kata salah satu pengurus Masjid As-Sholihin Yudhi Hamdani usia mendatangi Mako Polres Tarakan, Senin (21/04/2025).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Berdasarkan video yang ada, NH menyebarkan sebuah video kegiatan yang dilakukan para pengurus masjid saat sedang mengerjakan bagian pagar masjid.

“Yang kami permasalahkan, dari video itu terdapat narasi yang mengandung unsur hoax, fitnah dan pencemaran nama baik,” terang Yudhi.

“Hanya saja, permasalahan tersebut ‘dipelintir’ seolah-olah kami menutup akses masuk ke sekolahan Mi-Alkhairat,” jelasnya.

Ditegaskan Yudhi, apa yang terekam di video sempat viral itu hanya sebatas membangun pagar masjid dan memindahkan sebagian material bahan bagunan masjid.

“Kami tidak pernah menutup akses sekolah yang menempati tanah wakaf masjid, bisa dicek langsung di lokasi masjid itu, masih ada jalanan yang terbuka lebar untuk anak-anak masuk ke sekolah,” tegas Yudhi.

Yudhi mengungkapkan kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian sebagai efek jerah untuk masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan dan membuat video dengan narasi hoax.

“Yang jelas kasus ini sudah kami laporkan dan dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,” ungkap Yudhi Hamdani.

“Kami juga berharap agar masyarakt untuk lebih hati-hati dan memahami sebuah permasalahan yang ada, sehingga tidak asal menyebarkan informasi yang tidak jelas,” tambahnya. (*/Red/Im)

Lembaga Budaya Melayu Kalimantan Tampilkan 5 Kendaraan Hias di Festival Iraw Tengkayu XV, Angkat Tradisi Perkawinan Adat Tidung
Maksimalkan Penanganan Bencana, BPBD Latih Relawan
Aturan Sepihak Pedagang Amal, Pengunjung Weekend Resah
Kedepankan ProKes, Sembahyang Secara Bergantian
Resmi Dilantik, 10 ASN Harapkan Perbaikan Infrastruktur Desa
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?