TARAKAN, KALTARA – Penyesuaian harga tiket kapal ferry pada awal tahun 2026 yang berkisar antara 10 hingga 20 persen mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Namun, sebagian besar penumpang menilai kebijakan tersebut masih dalam batas wajar, terutama dengan adanya peningkatan fasilitas layanan dari pihak operator.

Samsudin, penumpang asal Malinau Kota, mengungkapkan bahwa kenaikan tarif masih tergolong terjangkau. Ia menilai penyesuaian harga tersebut sebanding dengan layanan yang diberikan.

“Bagi saya masih wajar, masih sangat terjangkau,” ujarnya.
Meski demikian, Samsudin berharap adanya peningkatan pada jadwal keberangkatan kapal. Menurutnya, waktu keberangkatan yang lebih cepat akan memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang. Ia memahami bahwa keterlambatan kerap terjadi akibat kondisi pelabuhan di Sebawang yang masih bergantung pada pasang surut air.
“Kalau bisa jadwal berangkatnya dipercepat sedikit, supaya lebih enak. Tapi mungkin ini juga karena kendala pasang surut air di pelabuhan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Nurdiana, warga Kabupaten Tana Tidung, juga menilai penyesuaian tarif masih wajar dan dapat diterima. Ia mengapresiasi adanya peningkatan fasilitas di atas kapal yang dinilai menambah kenyamanan selama perjalanan.

Menurutnya, kini area dek kapal telah dilengkapi fasilitas penunjang seperti kanopi serta meja dan kursi untuk bersantai.
“Kalau fasilitasnya bagus dan pelayanannya juga baik, penyesuaian harga kami terima saja,” katanya.
Ia juga mengaku merasakan perubahan signifikan dibandingkan perjalanan sebelumnya. Nurdiana menilai layanan ferry saat ini jauh lebih nyaman, sehingga ia dan keluarganya merasa puas menggunakan transportasi tersebut untuk perjalanan dari Tarakan menuju Tana Tidung.
“Alhamdulillah bagus, perubahannya banyak sekali. Saya bersama keluarga jadi sangat nyaman,” tuturnya.
Penyesuaian tarif ini disebut sebagai bagian dari peningkatan layanan yang dilakukan operator, seiring upaya memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jasa penyeberangan.(****)




