By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Perbaiki Ekosistem Sungai Malinau, KPUC Tabur 250 Ribu Benih Ikan dan Udang Gala
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
EkonomiKaltaraTarakan

Perbaiki Ekosistem Sungai Malinau, KPUC Tabur 250 Ribu Benih Ikan dan Udang Gala

Redaksi
Last updated: 18 April 2021 11:10
Redaksi
Published: 18 April 2021
Share
SHARE

MALINAU – Bertempat di desa Loreh Kecamatan Malinau Selatan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang bersama Wakil Gubernur Yansen TP menyaksikan penaburan 250 ribu ekor benih ikan dan udang di Sungai Malinau Kabupaten Malinau, Sabtu (17/4) pagi.

Jenis ikan yang ditebar meliputi ikan baung, patin, koan dan udang galah yang didatangkan oleh PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC) dari Balai Benih Ikan Air Tawar Kementerian Pertanian Yogyakarta dan Sukabumi.

“Alhamdulillah benih yang ditabur sebanyak 250.000 ekor yang khusus didatangkan dari Jawa. Ini membuktikan itikat baik dari PT KPUC dalam memulihkan serta menjaga kelestarian Sungai Malinau,” kata Gubernur Zainal dalam sambutannya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Atas etikad baik.tersebut Pihaknya memberikan apresiasi kepada PT KPUC atas penanganan jebolnya tanggul dengan cepat.
Mantan Wakapolda Kaltara tersebut mengharapkan tidak ada lagi tanggapan negatif dari masyarakat, tokoh masyarakat, maupun pejabat.

“Karena kejadian jebolnya tanggul KPUC ini murni musibah dan sudah diatasi dengan baik oleh perusahaan. Jebolnya tanggul ini telah dilakukan investigasi oleh instansi pusat dan daerah,” ujarnya.

Alhasil menyatakan bahwa kualitas air Sungai Malinau masih dalam kategori aman. Hal ini dibuktikan dengan ikan-ikan yang masih hidup serta dapat dijual di pasar dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Kendati demikian, ia juga menegaskan hasil laboratorium juga menunjukkan bahwa air Sungai Malinau pada saat itu tidak mengandung zat yang berbahaya atau beracun.

Sementara itu, Direktur Operasional PT KPUC Soesanto mengatakan dalam tiga tahun terakhir ini, KPUC telah mengolah limbah tambang secara modern dan menggunakan kimia yang ramah lingkungan serta dilakukan oleh kontraktor dari Jakarta.

Pihaknya pun juga menyebutkan pihaknya tetap berkomitmen untuk melaksanakan bimbingan teknis dan rekomendasi yang diberikan instansi serta dinas dari pemerintah pusat maupun daerah.

Acara tabur benih ikan ini dihadiri anggota DPD RI Marthin Billa, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno, Plh Bupati Malinau Ernes Silvanus serta tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dilansir dari rilis Humas PR KPP Grup, salah seorang warga Desa Loreh, Amos (54) mengaku bangga dengan rencana kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Baginya, kepedulian kepala daerah terhadap Sungai Malinau patut diacungi jempol.

“Saya dengar Pak Gubernur dan Pak Wagub mau menebar benih ikan dan udang. Memang sebelum ini ada kejadian, ada air limpasan tambang ke sungai. Keruh warna sungai tetapi ikan patin yang saya dapat dan dimakan sekeluarga tidak berpengaruh apa-apa. Biasa-biasa saja,” ujar Amos.

Sementara warga lainnya, Fauzi (60) yang juga warga asli Loreh mengaku kualitas air di Sungai Malinau harus diakui semakin tahun semakin menurun.

Hal ini tidak terlepas dengan semakin banyaknya perusahaan yang memanfaatkan aliran sungai.

Adapu kejadian terakhir yakni penampungan air limpasan di Tuyak yang jebol karena curah hujan yang tinggi, diakui Fauzi tidak seheboh yang diberitakan di media sosial.

“Kenyataannya kami masih bisa mengonsumsi ikan dari Sungai Malinau dengan aman,” jelas Fauzi.

Kebut Penyelesaian, Begini Besaran Karcis Masuk Wahana Rekreasi Pantai Amal
Warga Keluhkan Bau Menyengat dari TPA Juwata Kerikil, Minta DLH Tarakan Segera Cari Solusi
Disambut Masyarakat Tanah Merah, ZIAP Janji Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur
Inginkan Keberlanjutan, Masyarakat Sebatik Perjuangkan Ziap 2 Periode
Usung Tema Inovasi & Kolaborasi, Musprov Ke III INKINDO Kaltara Sukses Dilaksanakan di Tarakan
Share This Article
Facebook Email Print
3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?