Perkuat Kerukunan di Malinau, Tokoh Adat Dayak-Tidung Gandeng Satbrimob Polda Kaltara

Redaksi

MALINAU, KALTARA – Menyadari pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman, Tokoh Adat Lembaga Adat Dayak-Tidung, Sdr. Syamsul Bahri, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi erat dengan Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalimantan Utara, khususnya di wilayah Kabupaten Malinau.

​Langkah ini dipertegas dalam pertemuan koordinasi bersama Satbrimob Polda Kaltara. Pertemuan tersebut fokus pada pemetaan potensi gangguan keamanan dan penguatan komunikasi antara tokoh masyarakat dengan aparat kepolisian.

​Sdr. Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Utara, termasuk Malinau, memiliki karakteristik masyarakat yang heterogen. Hal ini menjadikan daerah tersebut cukup rentan terhadap isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memicu perpecahan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

​”Kabupaten Malinau adalah rumah kita bersama. Kami dari Lembaga Adat Dayak-Tidung berkomitmen menjadi mitra strategis Satbrimob untuk memastikan tidak ada ruang bagi provokasi SARA yang dapat merusak kedamaian yang sudah kita bangun,” tegas Syamsul Bahri.

​Sementara itu, Ipda Jefrianus Rembon selaku Kasi Intel Satbrimob Polda Kaltara menyambut baik inisiatif dan dukungan tersebut. Menurutnya, peran tokoh adat sangat vital dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan di akar rumput.

​”Sinergi dengan Sdr. Syamsul Bahri dan Lembaga Adat ini adalah bagian dari upaya preventif kami. Kami ingin memastikan bahwa setiap permasalahan sosial dapat diselesaikan dengan kepala dingin melalui pendekatan adat dan hukum, sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujar Ipda Jefrianus.

​Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan stabilitas keamanan di Kabupaten Malinau tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenteram tanpa bayang-bayang konflik horizontal.(***)

Share This Article