By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Petani Rumput Laut Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Tarakan

Petani Rumput Laut Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil

Redaksi
Last updated: 29 Agustus 2021 22:06
Redaksi
Published: 29 Agustus 2021
Share
SHARE

TARAKAN – Rumput laut merupakan salah satu komoditas terbesar di Kota Tarakan, hingga saat ini Tarakan dan Nunukan masih menjadi daerah utama dalam penyuplai salah satu makanan kaya serat ini.

Namun amat disayangkan sejak pandemi covid-19 melanda, harga rumput laut mengalami pasang rumput bak air laut. Sehingga hal tersebut membuat petani rumput laut, laut mengalami kerugian.

Salah satu petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan, kacong menerangkan hingga saat ini petani rumput laut cukup kesulitan akibat tidak menentunya harga. Padahal, harga yang dijual saat ini sudah sangat jauh lebih murah dari harga normal.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kan sebelum corona itu harga rumput laut sampai Rp 17 ribu, tapi pas pandemi covid-19 turun Rp 8.500 sampai Rp 9 ribu, nah turun naiknya sekitar harga segitu tapi baru-baru ini sudah naik lagi dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 11.000 per kg,” terangnya, (29/08).

“Harapan saya sih harga rumput laut harus pulih kembali, minimal harganya itu tetap dan tidak berubah-ubah, jadi kami juga sebagai petani tidak rugi,” sambungnya.

Sementara itu, H.Bakri salah satu pengepul rumput laut mengaku naik turunnya harga tidak terlepas dari kadar rumput laut yang berada di Kota Tarakan rendah, sehingga hal ini juga menjadi masalah bagi pengepul.

“Makanya itu barang Tarakan tak terlalu disukai di Makassar karena basah kan, jadi mereka suruh kering kan dulu baru di terima. Bukan karena kualitas rumput lautnya, tapi masalah kadar nya, kadar yang di inginkan itu 40 sampai 42 tapi sangat jauh dari harapan, minimal kadarnya 45 sampai 55 yang dikirim,”ulasnya.

“Sebenarnya pembeli besar pun tidak mau ambil, tapi mau di apa lagi uang sudah keluar, sudah di bayar, jadi terpaksa harus di kirim,” Tandasnya.

Haparan Beri Kontribusi Besar Pada Negara, PP Muhammadiyah Usung Kader Maju di Ruang Publik
Aniaya Lansia, 4 Remaja Diciduk Polisi
Donald Trump Is Sworn In as President, Capping His Swift Ascent
Nekat Curi Handpohone di Masjid, Seorang Pria Diciduk Resmob Polres Tarakan
Terkait Putusan MK, Erick Hendrawan Sampaikan Hal ini
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?