PLN UP3 Berau Pastikan Listrik Aman Jelang Ramadan, HMI Ingatkan Jangan Sekadar Teori

Redaksi

BERAU, KALTIM – Menjelang Bulan Suci Ramadan, PT PLN (Persero) UP3 Berau menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Berau. Berbagai langkah antisipasi dilakukan guna meminimalisasi potensi gangguan listrik, khususnya di Tanjung Redeb dan sekitarnya.

Manager PLN ULP Berau, Clif Salomo Panjaitan, menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan umumnya disebabkan oleh dua faktor utama, yakni faktor internal dan eksternal. Meski demikian, ia memastikan kondisi pasokan listrik di Berau saat ini dalam keadaan aman untuk menghadapi potensi peningkatan konsumsi selama Ramadan.

“Untuk saat ini, sistem kelistrikan Berau mendapat dukungan dari Sistem Mahakam dengan suplai rata-rata 8 hingga 10 megawatt (MW). Kapasitas maksimalnya mencapai 15 hingga 17 MW, sementara beban puncak listrik Berau berada di kisaran 43 hingga 45 MW,” ujar Clif.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menegaskan, dari sisi pembangkit dan jaringan, PLN telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna mencegah defisit daya maupun pemadaman bergilir. Seluruh personel, kata dia, akan disiagakan penuh sejak awal Ramadan.

“Dari sisi pembangkit, kami sudah mendapat dukungan Sistem Mahakam. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisasi potensi gangguan. Seluruh personel akan kami siagakan penuh selama bulan puasa,” tegasnya.

PLN UP3 Berau juga memastikan pemeliharaan jaringan terus dilakukan sebagai langkah preventif agar layanan listrik tetap stabil dan andal selama Ramadan.

Namun, pernyataan tersebut mendapat perhatian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Berau. Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Berau, Asri, menilai isu pemadaman listrik saat Ramadan sudah menjadi kekhawatiran rutin masyarakat setiap tahun.

Menurutnya, pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik merupakan tanggung jawab PLN sebagai penyedia layanan publik dan seharusnya dilakukan secara konsisten.
“Pemeliharaan jaringan memang sudah menjadi tugas PLN,” kata Asri.

Ia juga mengingatkan agar PLN tidak hanya bergantung pada suplai dari Sistem Mahakam. Menurut Asri, jika terjadi gangguan pada sistem tersebut, masyarakat Berau berpotensi kembali mengalami pemadaman.

“PLN jangan hanya mengandalkan Sistem Mahakam. Ketika di sana ada gangguan, masyarakat Berau yang menjadi korban,” tegasnya.

Asri menekankan pentingnya pembuktian nyata di lapangan, bukan sekadar penyampaian teori terkait kesiapan dan perawatan jaringan.

“Jangan hanya berteori soal perawatan dan perbaikan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah konsistensi pelayanan, terutama di bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Berau tidak terus-menerus menjadi “tumbal” persoalan kelistrikan yang berulang setiap tahun, terlebih pada momentum Ramadan yang seharusnya berlangsung khusyuk dan nyaman.

Dengan adanya pernyataan dan kritik tersebut, masyarakat kini menantikan pembuktian dari PLN UP3 Berau dalam menjaga stabilitas listrik selama Ramadan tanpa adanya pemadaman.(****)

Share This Article