By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Rahmawati Zainal: Ibu-Ibu UMKM Bisa Jadi Duta Wisata Kalimantan Utara
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraTarakan

Rahmawati Zainal: Ibu-Ibu UMKM Bisa Jadi Duta Wisata Kalimantan Utara

Redaksi
Last updated: 18 Oktober 2025 18:10
Redaksi
Published: 18 Oktober 2025
Share
SHARE

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, menilai sinergi antara kementerian dan dinas-dinas terkait di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi kunci dalam memperkuat promosi pariwisata daerah, terutama melalui media sosial yang dinilai paling efektif dan murah di era digital saat ini.

Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati saat menghadiri kegiatan Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Melalui Media Sosial

Ia mengatakan, sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata merupakan tiga bidang yang saling berkaitan erat. Ketika jumlah wisatawan meningkat, maka pelaku UMKM juga akan merasakan dampaknya secara langsung. Begitu pula para pengusaha ekonomi kreatif yang memiliki talenta, akan semakin dikenal melalui karya yang dipromosikan secara digital.

“Promosi lewat media sosial adalah cara yang murah dan meriah, tapi dampaknya besar. Kita bisa buat video pendek dengan latar belakang alam, sungai, atau laut di Kaltara untuk menarik wisatawan,” ujarnya dalam Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Melalui Media Sosial pada Sabtu (18/10/2025).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Rahmawati menambahkan, masyarakat perlu lebih aktif menggali potensi daerah melalui konten digital yang menarik. Menurutnya, promosi tidak cukup dilakukan satu kali, melainkan harus dilakukan secara masif dan berulang. Ia juga mendorong masyarakat, terutama ibu-ibu pelaku UMKM, untuk turut berperan sebagai promotor wisata daerah.

“Ibu-ibu yang punya usaha kecil itu sebenarnya bisa jadi duta wisata. Ketika ada tamu datang dan bertanya tempat bagus di Kaltara, mereka bisa langsung memberi informasi. Itu bentuk promosi sederhana tapi efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Menteri , Ernie Ermawati, menegaskan bahwa promosi melalui media sosial memang menjadi cara paling efisien dalam menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Konten digital yang menarik bisa membangun minat wisatawan. Tapi promosi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan perlu dukungan semua pihak, termasuk pelaku pariwisata lokal,” ucapnya.
Ernie juga menyampaikan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tetap melakukan monitoring terhadap hasil kegiatan pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada peserta di daerah, termasuk di Kaltara.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltara, Dr. Njau Anau, turut mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Ia menilai, posisi Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Kalimantan Timur menjadi keunggulan tersendiri dalam menarik wisatawan.

“Potensi wisata Kaltara luar biasa. Tapi yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk ikut mempromosikan kekayaan daerahnya sendiri. Seperti yang disampaikan Ibu Rahmawati, media sosial bisa jadi sarana efektif dan murah untuk memperkenalkan wisata kita ke dunia luar,” terangnya.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat agar sektor pariwisata di Kaltara tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik nasional dan internasional. (*)

Kaltara Inflasi 0,47 persen, Tanjung Selor Menjadi Kota Inflasi Ke- 4 Terbesar Se-Indonesia
Dari Malinau untuk Nusantara: Festival Irau Jadi Simbol Persatuan dan Warisan Budaya
Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai
Peluang Kaltara Terbuka Luas, Pemprov Ajak Investor Lirik Bidang Kesehatan dan Pendidikan Bertaraf Internasional
Upaya Tukar Guling Lahan SDN 009 dan Bandara Capai Tahap Administrasi
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?