MALINAU, KALTARA – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., meresmikan Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kabupaten Malinau pada Kamis (15/1/2026).

Peresmian ini menandai babak baru dalam upaya peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di Bumi Intimung.
Menurutnya, bangunan kantor yang cukup megah dan berada di dataran tinggi tersebut sebagai solusi atas kendala banjir yang sempat merendam kantor PUPR-Perkim.
Bupati Wempi mengungkapkan bahwa pembangunan gedung baru ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan yang selama ini dihadapi di kantor lama.
Sebelumnya, lokasi kantor yang berada di dataran rendah sangat rentan terhadap bencana banjir.
”Kantor semula berada di bawah, dan kita pernah mengalami banjir besar yang mengakibatkan banyak data penting rusak atau hilang. Selain itu, seiring bertambahnya jumlah staf, kapasitas kantor lama sudah tidak memadai,” ujar Bupati Wempi.
Pembangunan yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu ini akhirnya rampung dan kini siap digunakan untuk menampung seluruh ASN di lingkungan Dinas PUPR-Perkim secara terpadu.
Bupati menegaskan bahwa kemegahan gedung baru ini harus dibarengi dengan semangat kerja yang lebih tinggi. Ia berharap gedung ini tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi menjadi pusat gerakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Kabupaten Malinau.
Beberapa poin prioritas pembangunan yang ditekan bupati antara lain, akses ekonomi, percepatan pembangunan jalan untuk mendukung sektor perkebunan dan pertanian.
Konektivitas, berkaitan dengan peningkatan kualitas jalan antar desa, termasuk penuntasan pembangunan jembatan dan gorong-gorong yang dilakukan secara bertahap.
Menanggapi kondisi APBD tahun 2026 yang mengalami penurunan di seluruh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Bupati Wempi meminta jajarannya untuk tetap jeli dalam bekerja.
”Kita harus melihat skala prioritas dari yang paling prioritas untuk dikerjakan di tahun 2026 ini. Semua dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi keuangan yang ada,” tutupnya.(red)



