By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Ryan Antoni Apresiasi Pemkab Nunukan Bangun Jembatan Rurom Do, Akses Penghubung 17 Desa di Krayan Timur
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
KaltaraKRAYANNunukan

Ryan Antoni Apresiasi Pemkab Nunukan Bangun Jembatan Rurom Do, Akses Penghubung 17 Desa di Krayan Timur

Redaksi
Last updated: 30 Oktober 2026 22:11
Redaksi
Published: 30 Oktober 2026
Share
SHARE

NUNUKAN – Pembangunan Jembatan Rurom Do di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mulai direalisasikan melalui program rekonstruksi jalan Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan jembatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Pasalnya, Jembatan Rurom Do merupakan salah satu akses infrastruktur penting yang menghubungkan kurang lebih 17 desa di wilayah Kecamatan Krayan Timur.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan periode 2024–2029, Ryan Antoni, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Menurut Ryan, meskipun jembatan yang dibangun merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Nunukan tetap menunjukkan kepeduliannya dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut.

“Kami masyarakat Krayan Timur, khususnya di lokasi Long Umung, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pekerjaan Umum yang telah menunjukkan kepeduliannya dengan memulai pembangunan Jembatan Rurom Do,” ungkap Ryan.

Ia juga mengapresiasi dukungan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang sejak tahun sebelumnya turut mengawal usulan pembangunan jembatan tersebut hingga akhirnya mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

Beberapa anggota DPRD yang disebut turut mengawal aspirasi tersebut di antaranya Andre Pratama, Dr. Andi Mulyono, Andi Fajrul, Ramsah, Mansur, dan Ustania.

Ryan berharap pembangunan Jembatan Rurom Do dapat menjadi langkah awal peningkatan kualitas infrastruktur penghubung antardesa di Kecamatan Krayan Timur.

“Harapan kami, ke depan jembatan-jembatan yang ada di wilayah Krayan, khususnya Krayan Timur, dapat ditingkatkan konstruksinya. Jangan hanya menggunakan material kayu, tetapi kalau memungkinkan menggunakan konstruksi baja atau beton,” tegasnya.

Kontrak Pembangunan Rp645 Juta
Berdasarkan dokumen surat perjanjian kontrak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nunukan, pekerjaan pembangunan Jembatan Rurom Do Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, dilaksanakan melalui Program Rekonstruksi Jalan, Subkegiatan Pembangunan Jembatan.

Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp645 juta, termasuk PPN 11 persen, dengan masa pelaksanaan selama 100 hari kalender.

Kontrak bernomor 630/585/69/13/SP/DPUPR-BM/IX/2026 tersebut ditandatangani pada 21 September 2026. Adapun sumber pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Gunung Mas Raya Abadi.

Pembangunan Jembatan Rurom Do ini menjadi pembangunan kedua setelah sebelumnya masyarakat setempat secara swadaya membangun jembatan untuk memenuhi kebutuhan akses transportasi warga.

Dengan adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, masyarakat berharap keberadaan jembatan tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan sosial masyarakat di 17 desa Kecamatan Krayan Timur.

Realisasi pembangunan ini sekaligus menjadi harapan masyarakat agar perhatian terhadap infrastruktur di kawasan perbatasan Krayan terus ditingkatkan, mengingat akses transportasi merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam menunjang kehidupan masyarakat. (****)

Dari KIPI Kaltara, Presiden Joko Widodo Mulai Transformasi Ekonomi Indonesia
Pimpin Apel, Wagub Kaltara Intruksikan ASN Bekerja Tanggap
Jumlah TKA di Kaltara Tercatat Capai 240 Jiwa
IPBB Tarakan Gelar Halal Bihalal dan Milad MT Arraudah, Pererat Persaudaraan di Bumi Paguntaka
Gubernur Sebut Forsija Berikan Keceriaan dan Kegembiraan bagi Warga
Share This Article
Facebook Email Print
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?