By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Borneo News JournalistBorneo News JournalistBorneo News Journalist
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
Reading: Tebar Benur Udang, Upaya Peningkatan Perekonomian Kaltara
Share
Font ResizerAa
Borneo News JournalistBorneo News Journalist
  • TV Online
  • Tarakan
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Malinau
  • Tana Tidung
  • Zona Borneo
Search
  • Beranda
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
    • Zona Borneo
    • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Kuliner
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Internasional
    • Opini
  • TV Online
AdvetorialKaltaraPemerintahan

Tebar Benur Udang, Upaya Peningkatan Perekonomian Kaltara

Redaksi
Last updated: 27 November 2022 20:21
Redaksi
Published: 27 November 2022
Share
SHARE

TANA TIDUNG – Upaya peningkatan perekonomian di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) terus digeliatkan Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang S.H., M.Hum. Terbaru, gubernur menandai dengan melakukan Penebaran Perdana Benur Unggul Udang Windu Hawai Borneo Tiger Kaltara di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT).

“Hari ini kita melakukan tebar benih perdana benur unggul udang windu hawai borneo tiger Kaltara, harapannya melalui penebaran windu hawai borneo ini bisa membatu pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur Zainal Paliwang.

Gubernur mengungkapkan jika Provinsi Kaltara memiliki potensi besar pada sektor kelautan dan perikanan. Kaltara, memiliki panjang garis pantai 3.557,65 kilometer dengan luas perairan mencapai 776.845,39 hektare. Hal inilah, menurutnya menjadi alasan Kaltara memiliki banyak sekali hasil-hasil laut dan perikanan seperti rumput laut, kepiting, udang dan komoditi laut perikanan lainnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Harapannya produksi udang windu hawai borneo tiger Kaltara dapat menjadi komoditi yang memberikan nilai tambah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara di sektor perikanan,” ujarnya.

Dijelaskan Gubernur Zainal, jenis udang yang menjadi komoditas unggulan dari Kaltara adalah Black Tiger atau Udang Windu.

Komoditi ini, kata Gubernur, masih dapat ditingkatkan utamanya dari luas lahan dan produksinya. Apalagi dikembangkan secara ekstensifikasi, tradisional, dan tidak menggunakan bahan kimia.

“Eksisting saat ini, luas lahan tambak di Kaltara seluas 77 ribu hektare dengan total produksi sekitar 7,5 hingga 9 ribu ton per tahun. Potensi pengembangannya, untuk luasan lahan dapat mencapai 149.369 hektare dengan estimasi target produksi mencapai 13 ribu ton per tahun,” jelasnya.

Sementara dalam menghadapi berbagai masalah kompleks, mulai dari bibit, pencemarqn hingga predator. Gubernur mengungkapkan jika Pemprov, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara telah mengambil beberapa langkah awal seperti penggunaan benur berkualitas untuk meningkatkan hasil produksi.

Gubernur menyakini penggunaan benih dan sarana produksi yang berkualitas merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses budidaya udang dan meningkatkan produktivitas tambak.

Selain itu, dengan sinergi dan kolaborasi diantara masyarakat dengan Instansi Pemerintah dan Swasta, kita (Kaltara,red) akan dapat memajukan sektor kelautan dan perikanan, untuk mendukung transformasi ekonomi di Kaltara.

“Dengan meningkatnya produktivitas petambak, kemudian hasilnya langsung dapat dijual kepada perusahaan pengekspor, maka dapat memperbaiki nilai jual udang. Dengan begitu, harga dapat meningkat dan stabil,” pungkasnya.

Raih WTP ke-12, Kaltara Perkuat Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel
2023 Target Anggota Simpul SIKN dan JIKN
Convention Hall Dapat Dimanfaatkan Masyarakat
DPRD dan TAPD Kaltara Bahas Rancangan APBD 2026, Paripurna Dijadwalkan 24 November
Marak Terminal Khusus Ilegal di Nunukan dan Sebatik, Hanya Dua Perusahaan Kantongi Izin Resmi
Share This Article
Facebook Email Print
94 Komentar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Borneo News JournalistBorneo News Journalist
© 2020 - 2024 - PT. YAFRAN BORNEO MULTIMEDIA | Borneonewsjournalist.co.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?